Berita-compasnews.com, Pandeglang ā Proyek pompanisasi untuk kelompok tani yang berlokasi di Kampung Tanjung Jaya, Desa Bojongmanik, Kabupaten Pandeglang, diduga dikerjakan asal jadi. Hasil pantauan awak media menemukan bahwa tempat rumah pompa penyimpanan mesin pompa terletak terlalu dekat dengan sumber air, menimbulkan kekhawatiran bahwa jika air naik, mesin tersebut dapat terendam.dan mengakibatkan runtuh di hantem banyjir karna bangunan tersebut bukan di tanah yang aman ketika datang curah hujan mengakibatkan banyjir bangunan rumah oompa serta mesin nya di hawatirkan runtuh Kamis,05/09/2024.
Proyek yang diharapkan dapat mendukung irigasi pertanian bagi kelompok tani ini justru mengundang kritik karena tidak memperhatikan aspek teknis dan keamanan. Warga setempat mulai mempertanyakan kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek yang dibiayai oleh pemerintah daerah.
Baca juga: Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton Jalan Nasional Mengger-Saketi Diduga Asal Jadi
Salah seorang petani lokal yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan kekhawatirannya. "Kalau air naik, mesin ini bisa rusak. Seharusnya tempat penyimpanan dibuat lebih jauh dari air," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ini. Masyarakat berharap agar segera ada perbaikan, sebelum musim hujan tiba dan air di sekitar lokasi naik, yang bisa memperparah kondisi tempat penyimpanan mesin pompanisasi tersebut.
Proyek ini menambah daftar panjang keluhan warga terkait pelaksanaan proyek infrastruktur di Kec. Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang vropinsi banten yang dinilai seringkali tidak memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang baik.dan pihak dinas terkayit agar segera menegur ketua kelompok agar segera membangun kembali untuk antisipasi datangnya banyjir karna hawatir mesin terendam ayir di musim hujan ayir meluap tinggi
(Idis Gondrong)
Editor : Badwi