Berita-compasnews.com, Lombok Tengah -Warga Perumahan Araya Village yang berlokasi di Desa Labulia Kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB resah gegara akses jalan masuk perumahan tersebut ditutup warga pemilik lahan. Warga perumahan ini sudah menanti hampir 5 bulan agar ada kejelasan penyelesaian masalah ini tapi belum ada sama sekali kejelasannya dari pihak PT. Naraya proverty selaku developer dari perumahan tersebut.
Menurut salah seorang warga perumahan Araya Village yang namanya tidak mau diberitakan, mengatakan bahwa, ternyata lahan tersebut belum diselesaikan pembayarannya ke pemilik lahan, bahkan akses jalan utama yang ditutup tersebut sampai saat ini nyaris masuk 5 tahun, menurut pemilik lahan sama sekali belum menerima bayaran dari PT. Naraya Proverty tersebut, ya wajar dong ditutup, meskipun kami juga resah, kita ini mau beli rumah biar nyaman dan aman malah dibikin resah gini," Katanya.
Ketika awak media ini menghubungi pemilik lahan, pemilik lahan membenarkan kejadian tersebut. Pemilik lahan mengatakan bahwa, Kami terpaksa tutup karena hampir nyaris 5 tahun ini ES selaku developer berjanji untuk menyelesaikan masalah pembayaran lahan kami, tapi janji-janji tersebut tidak kunjung ditepati, sehingga kami melihat sepertinya tidak ada niat baik dari developer (ES) untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, bahkan saat ini developer (ES) membuat manuver menjelek-jelekan kami pemilik lahan dengan menyebarkan informasi-informasi bohong ke semua pihak untuk mengelak menyelesaikan masalah ini. Padahal yang kami minta sederhana "bayar tanah kami maka urusannya selesai, " Ungkapnya.
"Lagi pula untuk lahan yang menjadi akses jalan utama ini, juga sama sekali belum dibayar, "Lanjutnya.
Terkait tanggapan Bank pembiayaan menurut pemilik lahan menjelaskan bahwa "informasi pencairan pembayaran tahap pertama pihak BTN Syariah Mataram menghubungi saya,"Katanya. Tapi pada saat pencarian dana tahap kedua, sama sekali tidak ada informasi. Dan rupanya hal inilah yang digunakan oleh oknum (ES) developer nakal ini untuk selalu mengibuli kami selaku pemilik lahan tentang waktu pencairan.
"Kami sering datang ke bank karena dijanjikan mau dicairkan dananya saat itu juga oleh yang bersangkutan tapi selalu tidak jadi dengan alasan macam-macam, bahkan alasan terakhir menurut developer (ES) dananya belum bisa dicairkan karena dia banyak dizolimi Notaris dan orang bank.Menanggapi hal ini ES, Direktur PT. Naraya proverty ketika dihubungi via hand phonenya tidak menjawab, dihubungi via WhatsApp nya juga tidak membalas.
Begitu juga dengan pihak Bank BTN Syariah Mataram ketika dikonfirmasi awak media tentang hal ini bagian yang mengurus KPR mengatakan akan mengkonsultasikan dengan atasannya dan sampai berita ini diturun belum ada tanggapannya.
Saefuddin
Editor : Badwi