Berita-compasnews.com, Nganjuk - Konsolidasi Proyek pembangunan perbaikan Plengsengan TA 2024 yang dikerjakan oleh CV bregas utami bersumber dana dari APBD sebesar 546.769.600,- belum genap 6 bulan sudah longsor.diduga dalam hal pengerjaan pihak cv terkesan asal jadi dan tidak mengutamakan mutu dan kualitas kekuatan dari proyek pembangunan Plengsengan tersebut.
"Seperti yang disampaikan oleh salah satu konsultan saat ditemui dikantornya,menurut konsultan,"kalau diihat dari bangunan Plengsengan diduga bahwa Plengsengan tersebut tidak ada setros nya,hanya diberi slup saja sehingga saat hujan debet air datang bangunan tersebut longsor,perlu diketahui sifat tanah saat musim kemarau itu renggang dan bila musim hujan tiba tanah tersebut seperti ngumpul dan padat ini menurut saya,tetapi semua itu belum jelas penyebab longsor tersebut apakah itu dari CV nya yang dalam pengerjaanya terkesan asal jadi atau kah dari konsultan perencanaan nya,harus dikonfirmasi terlebih dahulu.
"Sementara itu baik pihak pupr dan CV bregas utami sampai saat ini belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi tentang longsornya proyek perbaikan Plengsengan yang ada didesa candi kecamatan loceret.
(Sony)
Editor : Badwi