Berita-compasnews.com, Pandeglang - Pemerintah masih terus melanjutkan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang yang dikerjakan oleh PT. Sino Road And Bridge di Provinsi Banten, Tol Serang-Panimbang bertujuan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Diharapkan dengan adanya jalan tol ini kawasan parisawata di Tanjung Lesung, Ujung Kulon, dan Kecamatan Sumur bisa berkembang, serta daerah-daerah industri pula.
Mudah-mudahan dengan adanya tol ini akan membantu aktivitas perekomonian dan juga untuk aktifitas angkutan barang dan jasa yang ada di Provinsi Banten ini.
Saat ini pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang untuk porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada Seksi III telah mencapai progres 87 persen.
Pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) jalan tol ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2026. karena hal ini terkait dengan waktu yang terus berjalan.
Dengan ini pihak PT Sino Road And Bridge berharap percepatan penganggaran ini akan lebih cepat dimanfaatkan masyarakat, dan tol ini memotong waktu tempu dari Jakarta ke Tanjung Lesung hingga 2,5 jam.
Jalan Tol Serang-Panimbang juga melewati area persawahan yang cukup besar kurang lebih 45.000 hektar. Sehingga, dengan tersambungnya jalan tol ini, lalu lintas atau perpindahan hasil-hasil pertanian bisa lebih cepat, lebih murah, yang otomatis menurunkan biaya transportasi dan akan memberikan harga yang murah bagi masyarakat setempat.
Salah satunya memang tol ini adalah mendukung ketahanan pangan terutama di Selatan Provinsi Banten, yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat seluruh Provinsi Banten maupun di Pulau Jawa.
Idis Gondrong
Editor : Badwi