Jumat, 26 Jun 2026 09:17 WIB

Misteri Pelemparan Batu ke Bus Persik Kediri, Polisi Periksa 15 Saksi, Dalami Rekaman CCTV

Berita-compasnews.com, MALANG – Kasus pelemparan batu ke bus yang mengangkut tim Persik Kediri usai laga di Stadion Kanjuruhan terus didalami jajaran Polres Malang. Hingga Jumat (16/5/2025), polisi telah memeriksa setidaknya 15 orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti termasuk rekaman CCTV serta video yang beredar di media sosial.

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muchammad Nur mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki insiden yang terjadi pada Minggu malam (11/5/2025) tersebut. Proses penyelidikan disebut berjalan intensif, dengan menelusuri berbagai sumber informasi guna mengungkap pelaku di balik perusakan kaca bus Persik Kediri.

“Kami telah memeriksa 15 saksi, mulai dari sopir bus, staf manajemen Persik Kediri, koordinator lapangan, hingga warga sekitar. Namun sampai saat ini belum mengarah ke satu nama pelaku,” terang Nur saat dikonfirmasi, Jumat (16/5/2025).

Ia menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan dan jumlah saksi masih bisa bertambah. Pihaknya tidak ingin gegabah dalam menyimpulkan keterlibatan siapa pun tanpa bukti yang valid dan keterangan yang lengkap.

“Pemeriksaan masih terus berjalan. Nanti akan terus bertambah (saksi), tergantung perkembangan dan kebutuhan penyelidikan,” imbuhnya.

Dugaan bahwa pelaku berasal dari kelompok suporter pun masih belum dapat dipastikan. AKP Nur mengaku pihaknya belum bisa menyimpulkan identitas pelaku, termasuk kemungkinan pelaku lebih dari satu orang.

“Soal jumlah pelaku, kami masih dalami. Apakah satu atau lebih dari satu, semuanya masih dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah barang bukti telah diamankan. Di antaranya adalah batu yang digunakan untuk melempar, pecahan kaca dari bus, dan bus itu sendiri. Tim penyidik juga tengah mempelajari rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Kami sudah mengamankan batu, pecahan kaca, dan busnya sendiri. CCTV di lokasi juga sudah kami pelajari,” katanya.

Tak hanya itu, polisi juga sedang mendalami berbagai video yang beredar luas di media sosial. Dokumentasi warga tersebut diharapkan bisa memberikan petunjuk baru mengenai pelaku maupun kronologi kejadian.

“Karena kejadiannya malam hari, kami harus benar-benar cermat dalam menelaah setiap potongan video yang ada. Kami tak ingin ada kesalahan identifikasi,” ujarnya.

Insiden ini sendiri terjadi saat bus tim Persik Kediri meninggalkan kawasan Stadion Kanjuruhan untuk menuju hotel. Saat melewati jalan gelap di luar stadion, tiba-tiba bus dilempar batu oleh orang tak dikenal.

Akibat kejadian tersebut, beberapa orang di dalam bus mengalami luka ringan, termasuk pelatih kepala Persik Kediri, Divaldo Alves. Beruntung, korban langsung mendapat penanganan cepat dari tim medis internal klub.

“Peristiwa ini bukan hanya soal perusakan fasilitas, tapi juga menyangkut keselamatan nyawa orang. Ini harus jadi refleksi semua pihak, termasuk suporter sepak bola di Indonesia,” ujar pengamat sepak bola lokal.

Munculnya kembali aksi kekerasan pasca-pertandingan menuai keprihatinan publik, mengingat sepak bola seharusnya menjadi ruang hiburan dan sportivitas. Banyak kalangan berharap, pelaku segera ditangkap dan diproses hukum agar insiden serupa tidak terulang.

Hingga kini, Polres Malang masih membuka ruang pengaduan dan informasi dari masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut. Pihak kepolisian mengimbau warga untuk berani melapor jika memiliki informasi penting terkait insiden ini.

“Kami terus meminta kerja sama masyarakat. Keterangan dari saksi sangat penting untuk mengungkap siapa pelakunya,” pungkas AKP Muchammad Nur.

Penyelidikan terus berlanjut. Sementara itu, tim Persik Kediri tetap melanjutkan aktivitas mereka, meski masih dibayangi trauma atas kejadian malam itu. Dunia sepak bola Indonesia kini menanti keadilan ditegakkan.

(Reagan)

Editor : Reagan