Jumat, 26 Jun 2026 07:32 WIB

Warga Apresiasi Tindakan Tegas Pemkab dan Polres Berantas Pungli di Kawasan Wisata Tumpak Sewu

Berita-compasnews.com, Lumajang Sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan wisata Tumpak Sewu, termasuk Grojokan Sewu dan Coban Sewu, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang dan Pemkab Malang, bersama jajaran Polres Lumajang dan Polres Malang. Langkah itu berupa pemberantasan praktik pungutan liar (pungli) dalam penarikan karcis liar di bantaran Sungai Glidik, yang selama ini meresahkan wisatawan dan masyarakat.

Menurut warga, tindakan ini menjadi angin segar bagi masa depan pariwisata di kawasan perbatasan Lumajang-Malang yang dikenal memiliki potensi luar biasa. Kini wisatawan tidak lagi merasa khawatir atau tidak nyaman saat berkunjung.

“Sudah lama kami ingin ada penertiban di bantaran sungai. Selama ini, banyak wisatawan yang mengeluhkan pungli yang tidak jelas, bahkan kadang merasa dipaksa membayar karcis tambahan di luar ketentuan resmi,” ujar Samsul, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo.

Ia menambahkan, tindakan dari aparat dan pemerintah dua daerah tersebut patut diapresiasi karena membawa perubahan nyata.

“Sekarang suasananya jauh lebih nyaman. Kami para pelaku wisata juga lebih mudah menjelaskan tarif resmi kepada wisatawan tanpa merasa malu atau takut disalahpahami,” tambahnya.

Warga lainnya, Siti Nurjanah, yang mengelola warung di dekat akses masuk Grojokan Sewu, menilai bahwa tindakan ini tidak hanya soal menertibkan pungli, tetapi juga menyelamatkan citra kawasan wisata.

“Kalau banyak keluhan wisatawan, lama-lama mereka malas datang. Tapi kalau aman dan jelas, wisatawan pasti balik lagi, dan kami juga ikut senang karena ekonomi jalan,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang sebelumnya memang telah menyampaikan komitmen untuk menata ulang sistem pengelolaan wisata, termasuk menyatukan kawasan Grojokan Sewu dan Coban Sewu dalam satu manajemen terpadu demi efektivitas dan profesionalisme layanan wisata.

Bupati Lumajang dalam pernyataannya mengatakan bahwa penertiban adalah bagian dari pembenahan tata kelola wisata secara menyeluruh.

“Kami tidak ingin ada oknum-oknum yang merusak citra Tumpak Sewu. Wisatawan harus mendapat pengalaman yang menyenangkan dan aman,” tegas Bunda Indah (23/5/2025).

Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan Pemkab Malang yang mendukung penuh penindakan terhadap pungli dan mendorong pengelolaan bersama agar potensi wisata lintas wilayah bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat kedua kabupaten.

Kapolres Lumajang dan Kapolres Malang pun telah menyatakan komitmennya untuk menindak setiap bentuk pungli di kawasan wisata.

“Kami tidak akan mentolerir praktik semacam ini. Pariwisata harus bersih dan nyaman untuk semua,” ujar salah satu pejabat Polres Lumajang.

Dengan situasi yang semakin tertib dan aman, warga meyakini bahwa kunjungan wisatawan akan meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Mereka pun berharap agar penataan ini berlanjut hingga ke seluruh fasilitas dan akses pendukung kawasan wisata.

“Kami siap mendukung semua kebijakan pemerintah demi kemajuan Tumpak Sewu. Kami ingin wisata ini tidak hanya indah dipandang, tapi juga nyaman dikunjungi,” pungkas Rahmat, tokoh pemuda setempat.

(Reagan)

Editor : Reagan