Kamis, 25 Jun 2026 13:09 WIB

Proyek Rehabilitasi Jaringan dan Irigasi, Ancam Pemukiman Warga Serta Rusak Kawasan Taman Nasional Gunung Palung

Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Puluhan Warga desa Gunung sembilan dusun sebadal berbondong bondong mendatangi kantor desa Gunung sembilan guna untuk mempertanyakan kegiatan proyek normalisasi Rehabilitasi jaringan Dan irigasi. Jum'at (22/8/2025)

"Warga kesal kegiatan proyek yang menggunakan alat berat (Excavator)tidak pernah melaku musyawarah dengan warga dusun sebadal dan dusun tambak rawang yang terdampak langsung.

Saparudin dan beberapa warga lain nya tidak hanya terancam banjir tapi semenjak sungai yang berada di hutan mangrove di besarkan dan kerok, ketinggian air asin menambah bukan malah berkurang.Di sisi lain sebagian sawah warga juga ikut terendam air asin.

Maka dari itu kami minta di perbaiki sungai yang sudah di gali dan jadi tanggul atau benteng, minta di kembalikan seperti semula atau pun di buat dua sisi kiri kanan tanggul. arti nya pemukiman terlindungi dari luapan air asin petani juga demikian, UJAR saparudin

"Lebih lanjut, Warga yang tinggal di pesisir pantai mutiara, minta pertanggunjawaban atas kerusakan lingkungan kawasan hutan mangrove taman nasional gunung Palung (TNGP) tidak hanya rusak kawasan, ada beberapa fasilitas umum ikut rusak akibat di lewati Excavator, seperti batu kali saluran pembuangan limbah warga.jelas kalau rusak akan terjadi nya limbah komunal di lingkungan sosial. Imbuh Salam

"Dengan kejadian tersebut yang sempat vital di media sosial (Facebook) Pihak desa mengundang warga dan pihak pelaksana proyek Rehabilitasi jaringan Dan irigasi Serta pihak taman nasional gunung palung (TNGP) Rapat yang di pimpin langsung oleh pj kades Gunung sembilan Haribowo memaparkan beberapa kegiatan penunjang ketahanan pangan program presiden RI Prabowo subianto. Mempersilahkan warga nya untuk berdiskusi langsung dengan pihak proyek dan TNGP. Terang nya

Pertanyaan warga kenapa tidak musyawarah dengan warga sebelum di laksanakan kegiatan.Di akui pihak proyek kami sudah dapat Izin dari kadus dan pak rt.maka nya kami geser alat berat sesuai yang di arahkan kepala dusun dan pak rt.kata Darmanto Pengawas lapangan.

Soal kerusakan lingkungan mangrove kawasan tngp jelas kami tidak tahu kalau itu kawasan,kata rekan darmanto.dan di akui nya juga itu di luar peta, sehingga terjadi nya kerusakan mangrove.

Pihak TNGP menyatakan tidak mengetahui kegiatan tersebut, karena tidak pernah dilibatkan baik pada saat survei lokasi maupun sosialisasi sebelum kegiatan dilakukan. Lebih lanjut disampaikan TNGP mengetahui adanya kegiatan tersebut baru ketika ada laporan dari salah seorang anggota masyarakat tentang aktivitas yang masuk di areal Mangrove kawasan TNGP. Pada hari itu juga setelah memastikan areal Mangrove tersebut berada di dalam kawasan taman nasional, TNGP telah mengambil beberapa tindakan tegas antara lain :Menurunkan personil untuk menghentikan kegiatan di dalam kawasan mangrove TNGP, memasang papan informasi/larangan serta mengumpulkan informasi dari unsur pelaksana maupun pihak lainnya.

Mengingat kegiatan normalisasi jaringan irigasi ini merupakan proyek pemerintah dan dalam perencanaan maupun pelaksanaannya sepertinya cukup banyak melibatkan stakeholder terkait, untuk memperoleh gambaran yang utuh terkait kegiatan ini kami akan berkoordinasi lebih lanjut pada beberapa instansi teknis lainnya seperti dinas pertanian dan tata ruang dinas pekerjaan umum (PU) Kabupaten kayong utara. Tutup Joko Widodo, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Sukadana.

(Juminggu)

Editor : Badwi