Berita-compasnews.com, Pandeglang - "Toni Metik" Korwil Banten dari media berita Compasnews menyatakan kecaman keras terhadap pernyataan seorang oknum aktivis yang diduga melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan. Insiden ini terjadi di depan gedung DPRD Kabupaten Pandeglang.
Menurut saksi mata, oknum aktivis tersebut mengeluarkan kata-kata yang merendahkan dan tidak pantas yang ditujukan kepada sejumlah wartawan yang sedang bertugas meliput aksi demonstrasi di depan gedung DPRD. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap kerja jurnalistik dan kebebasan pers.
"Kami sangat menyesalkan tindakan oknum aktivis tersebut. Wartawan adalah pilar penting dalam demokrasi, dan kami tidak akan mentolerir segala bentuk pelecehan atau intimidasi terhadap rekan-rekan kami yang sedang menjalankan tugas," ujar Korwil Banten Media Berita Compasnews.
"Toni Metik" Korwil Banten Media Berita Compasnews mendesak pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku. Kami juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghormati profesi wartawan dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat kerja jurnalistik.
"Kebebasan pers adalah hak yang dilindungi oleh undang-undang. Kami akan terus berjuang untuk menjaga kebebasan ini dan memastikan bahwa wartawan dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tanpa tekanan," tegasnya.
Tim/Red
Editor : Badwi