Berita-compasnews.com_Bengkayang, Kalbar //Kritik keras masyarakat pesisir Kabupaten Bengkayang menyeruak di media sosial, menyasar pelayanan Dinas Perhubungan Bengkayang. Pasalnya, sejak 23 Agustus 2025 warga telah melaporkan kondisi lampu jalan yang rusak dan tiangnya nyaris patah di sepanjang jalur Sungai Duri – Karimunting.
Alih-alih segera diperbaiki, laporan via WhatsApp resmi Dishub hanya berujung hening tanpa respons. Hingga kini, tidak ada tindakan, tidak ada perbaikan, bahkan tak ada perhatian sama sekali.
“Kami masyarakat pesisir Kabupaten Bengkayang sudah sejak 23 Agustus melaporkan kerusakan lampu jalan kepada Dinas Perhubungan via WA. Namun hingga hari ini, tidak ada tanggapan, tidak ada tindakan, bahkan tidak ada perhatian sedikit pun,” tulis pernyataan sikap warga yang viral di Facebook.
Nyala Tapi Membahayakan
Warga menegaskan, lampu memang masih hidup, namun tiang besi penopang condong dan rawan patah sewaktu-waktu. Kondisi ini jelas mengancam keselamatan pengguna jalan, bahkan bisa menimbulkan korban jiwa bila tidak segera ditangani.
Pajak Jalan Dipungut, Pelayanan Nol Besar
Masyarakat juga mempertanyakan transparansi Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) 7% yang rutin dipungut dari rekening listrik warga.
“Jangan hanya pandai memungut pajak, tapi lalai memberi pelayanan,” tegas warga.
Tiga Tuntutan Warga Pesisir:
1. Segera perbaiki lampu jalan yang nyaris patah di sepanjang Sungai Duri – Karimunting.
2. Transparansi dana PPJU, agar publik tahu ke mana uang rakyat dipakai.
3. Bupati Bengkayang turun tangan langsung, jangan biarkan Dishub dan PLN abai pada keselamatan rakyat.
Masyarakat memperingatkan, bila tuntutan ini tetap diabaikan, mereka siap menggalang aksi dan menyuarakan masalah ini lebih luas ke media nasional.
Sampai berita ini dipublikasikan,Dishub Bengkayang belum dapat dikonfirmasi.
Editor : Kusnadi