Berita-compasnews.com,Sanggau,Kalbar// Berakhirnya kekhawatiran panjang warga Kelurahan Beringin. Tepat pada 9 November 2025, satu hari menjelang Hari Pahlawan, proyek pembangunan Box Culvert di Gang Karya, Jalan Sutan Syahrir, resmi tuntas.
Proyek dengan nilai kontrak Rp149 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Sanggau ini diselesaikan lebih cepat dari batas waktu kontrak, 15 November 2025. Meski kecil secara nilai, namun dampaknya besar — mencegah banjir dan longsor, serta memastikan akses warga tetap aman dan lancar.
Lebih dari Sekadar Beton
Proyek ini bukan sekadar timbunan cor dan pasir. Ia adalah wujud nyata komitmen birokrasi lokal dalam membangun dari bawah.
“Semoga bermanfaat bagi semua warga,” ujar Junaedi, Ketua RT setempat sekaligus pensiunan ASN Kecamatan Kapuas, dengan nada lega.
Selama proses pengerjaan, sempat muncul salah paham di masyarakat. Beberapa warga mengira proyek “mandek”, padahal sedang dalam tahap setting bekisting — fase teknis krusial yang jarang diketahui publik.
Respons Pengawas Proyek: ‘Amanah Harus Dituntaskan’
Tasya, pengawas lapangan dari CV Cakra Buana, menegaskan proyek ini diselesaikan sesuai waktu dan spesifikasi. Ia juga menanggapi isu liar yang sempat beredar terkait tudingan proyek “mangkrak” oleh oknum media.
“Oknum wartawan itu patut diduga tidak paham teknis proyek,” ujarnya sambil tersenyum menahan sindiran halus.
Di balik pernyataan itu, tersirat pesan: komunikasi publik masih perlu diperbaiki. Informasi teknis proyek seharusnya disampaikan dengan lebih terbuka agar tidak memicu salah tafsir.
Konfirmasi Resmi dari Dinas
Kabid Perkimtan Sanggau, Ir. Agus Hidayat, M.EG, membenarkan bahwa proyek telah rampung sesuai kontrak.
“Box culvert ini kecil, tapi penting. Kalau gagal, banjir bisa menggenangi rumah warga, anak-anak terlambat ke sekolah, dan pedagang kehilangan pelanggan,” tegasnya.
Ia menilai, penyelesaian proyek bertepatan dengan Hari Pahlawan memiliki makna simbolik — semangat kepahlawanan dalam pembangunan daerah.
Dampak Nyata untuk Warga
Hasil pembangunan box culvert ini kini langsung dirasakan masyarakat. Genangan air berkurang drastis, jalan lebih nyaman dilalui, dan aktivitas ekonomi warga kembali lancar.
“Akses makin baik, kendaraan tak lagi rusak karena lubang dan genangan. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah serta kontraktor,” tutur Jo, warga Gang Karya.
Selain berdampak pada infrastruktur, proyek ini juga menjadi contoh bagaimana anggaran daerah dapat dikelola efektif dan transparan untuk kebutuhan masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan Pemerintah Daerah
Keberhasilan proyek ini mencerminkan komitmen Pemkab Sanggau dalam memperkuat infrastruktur dasar secara bertahap. Pemerintah daerah berjanji akan memperluas program serupa di wilayah lain, dengan pengawasan ketat dan transparansi publik.
Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada pemerataan akses, kesejahteraan masyarakat, dan mitigasi bencana lingkungan.
Catatan ke Depan
Meski proyek sudah rampung, pekerjaan belum selesai. Tantangan berikutnya adalah pemeliharaan dan partisipasi masyarakat. Saluran air perlu dijaga dari sampah agar fungsi box culvert tetap optimal sepanjang tahun.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, Gang Karya kini bukan lagi titik rawan banjir, melainkan contoh sukses pembangunan kecil berdampak besar.
Editor : Kusnadi