Senin, 29 Jun 2026 03:45 WIB

Pesta Laut (Nadran) Muara Angke 2025, Tradisi Nelayan Pesisir yang Berlangsung Aman dan Khidmat

Berita-compasnews.com,Jakarta//Tradisi bahari turun-temurun masyarakat pesisir kembali menggema di Muara Angke, Jakarta Utara. Melalui Pesta Laut (Nadran) 2025, para nelayan mengungkapkan rasa syukur atas hasil laut yang melimpah sekaligus memanjatkan doa keselamatan dalam melaut.

Acara berlangsung di Rumah Apung dan Panggung RW 022 Muara Angke, Pluit, Penjaringan, pada Minggu (9/11/2025), sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Nelayan Tradisional Muara Angke Bersatu dengan dukungan penuh dari berbagai unsur masyarakat dan aparat keamanan.

Pesta Laut kali ini dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua Umum HNSI Laksamana TNI (Purn) Sumardjono, Ketua Umum Gerbang Tani Idham Arsyad, Anggota DPRD DKI Jakarta H. Tri Waluyo, S.H., Ketua Umum LBMI Daeng Lukman, serta Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Napitupulu, S.H., M.H.. Turut hadir pula perwakilan UP3 Muara Angke, KSOP Muara Angke, dan tokoh masyarakat maupun agama setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Ruwatan dan Pagelaran Wayang Purwa Putra Langen Kusuma oleh dalang Ki Anom Dede Tisna H. Tomo Putra dari Indramayu, Jawa Barat.Acara dibuka oleh H. Kapidin selaku panitia pelaksana, dilanjutkan doa bersama oleh Bapak Mashud, serta sambutan Ketua Panitia Suryadi, yang menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak terhadap terselenggaranya tradisi nelayan tahunan ini.

Dalam sambutannya, Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Napitupulu menegaskan dukungan penuh kepolisian terhadap kegiatan adat masyarakat nelayan.

 “Kami berharap prosesi pelarungan kepala kerbau berjalan tertib dan aman. Tradisi ini adalah bagian dari warisan budaya yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HNSI Laksamana (Purn) Sumardjono menekankan makna spiritual di balik pelaksanaan Pesta Laut.

Pesta Laut merupakan wujud syukur nelayan kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan, sekaligus doa keselamatan di laut,” tuturnya.

Senada, Ketua Umum Gerbang Tani Idham Arsyad menyoroti pentingnya peran nelayan tradisional dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

 “Nelayan adalah penjaga kedaulatan pangan laut. Semoga hasil tangkapan semakin melimpah dan membawa berkah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sekitar pukul 09.36 WIB, prosesi pelarungan sesaji dan kepala kerbau ke laut berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh para tokoh dan pimpinan organisasi nelayan. Tradisi Nadran, yang diwariskan secara turun-temurun, menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, serta penghormatan kepada Tuhan atas rezeki laut yang melimpah.

Pengamanan ketat diterapkan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek Kawasan Sunda Kelapa dengan 88 personel, dipimpin Kabagops AKP Subianto, S.H., serta 20 personel Ditpolair Polda Metro Jaya di bawah pimpinan IPDA Sugeng, didukung unsur TNI AL.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Dr. Martuasah H. Tobing, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi atas sinergi masyarakat dan aparat.

 “Seluruh rangkaian Pesta Laut (Nadran) 2025 berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini bukti kebersamaan masyarakat pesisir dan aparat keamanan,” ujarnya.

Pesta Laut Muara Angke 2025 tak hanya menjadi ajang doa dan syukur bagi nelayan, tetapi juga momentum penting menjaga warisan budaya bahari Indonesia agar tetap lestari di tengah modernisasi.

Dengan semangat kebersamaan, tradisi Nadran menegaskan bahwa laut bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan juga ruang spiritual, sosial, dan budaya bagi masyarakat pesisir.

 

Wawan N

Editor : Kusnadi