Berita-compasnews.com || Karanganyar - Sebuah gerakan pelestarian lingkungan bernama "Jejak SANG SIKILE" telah diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Sedunia, yang berfokus pada upaya menanam kembali dan memanfaatkan potensi ekonomi dari umbi-umbian sebagai komoditas strategis nasional. Gerakan ini juga menyuarakan kekhawatiran tentang ancaman infrastruktur terhadap kelestarian hutan dan pohon di Indonesia.
Gerakan ini digagas oleh Jejak SANG SIKILE dan melibatkan para pegiat UMKM, petani, dan analis. Teks juga secara khusus menyoroti peran Mantan Presiden RI Ke-6, Prof. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai pelopor dedikasi dalam menanam pohon, yang menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia.
Peluncuran dan observasi utama gerakan ini dicatat berlokasi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, meskipun semangatnya merambati area kebun, persawahan, dan ladang di seluruh negeri.
Kegiatan "Jejak SANG SIKILE" ini dilaksanakan pada Kamis, 27 November 2025, bertepatan dengan momen Hari Menanam Pohon Sedunia.
Tujuan utama gerakan ini adalah melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistem, sambil mengubah mindset masyarakat nomaden menjadi permanen melalui nilai ekonomi dari pohon dan hasil bumi. Gerakan ini muncul dari keprihatinan bahwa pembangunan infrastruktur yang masif dapat "berakibat ludesnya pohon-pohon di negeri ini". Selain itu, umbi-umbian (seperti Porang, Ganyong, dan Ubi Jalar) dipandang memiliki potensi ekonomi global yang tinggi, dengan prediksi 60% hasil terbaik dunia menembus angka per kapita pada 2025.
Gerakan ini diwujudkan melalui:
Aksi Menanam: Melakukan penanaman pohon sebagai bentuk pelestarian lingkungan.
Budidaya Umbi: Mendorong para pelaku UMKM untuk membudidayakan umbi-umbian yang kaya nutrisi dan memiliki harga jual tinggi, dengan harapan mampu menghasilkan aset hingga kisaran triliunan.
Prioritas Nasional: Mendesak agar budidaya dan penjualan aset bibit unggul lebih diprioritaskan untuk rakyat Indonesia dahulu, agar anggaran reproduksi dapat dirasakan secara aktual dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Kutipan dari Sumber: Tim Redaksi Pers, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. (27/11/2025)
Wawan N
Editor : Taufik