Beritacompasnews.com, Nganjuk – Dugaan tingginya biaya paket seragam bagi calon peserta didik baru di SMPN 1 Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid. Mereka mengaku terbebani dengan biaya yang disebut mencapai Rp2,2 juta untuk satu paket perlengkapan seragam sekolah.
Berdasarkan informasi yang diterima Beritacompasnews dari salah seorang narasumber yang identitasnya dirahasiakan, biaya tersebut diminta saat proses daftar ulang. Paket yang ditawarkan melalui koperasi sekolah itu disebut meliputi kain seragam putih biru, Pramuka, batik, pakaian olahraga, jas almamater, serta perlengkapan pendukung lainnya.
"Anak saya diterima di SMPN 1 Tanjunganom. Saat daftar ulang, kami diminta membayar Rp2,2 juta untuk paket seragam yang disediakan koperasi sekolah," ujar narasumber kepada media ini.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala SMPN 1 Tanjunganom, Ponco, melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, Ponco membantah angka yang beredar di masyarakat.
Menurutnya, informasi mengenai biaya paket seragam sebesar Rp2,2 juta tidak benar. Ia menyebut biaya yang sebenarnya sekitar Rp1,7 juta.
Meski demikian, adanya perbedaan informasi mengenai besaran biaya tersebut memunculkan pertanyaan dan menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait transparansi penetapan harga paket seragam yang dijual melalui koperasi sekolah.
Selain itu, beredar pula informasi yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut mengenai dugaan adanya keuntungan tertentu dari setiap paket seragam yang dijual. Hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang dan akurat, pada Senin (27/7/2026) awak media berencana melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk terkait mekanisme penetapan harga paket seragam di sekolah, sekaligus meminta klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.
Berita ini akan terus diperbarui sesuai hasil konfirmasi dan perkembangan informasi selanjutnya.
Editor : Badwi