Sabtu, 08 Agu 2026 13:52 WIB

Hari Ketujuh Pencarian Korban Nelayan Hilang di Perairan Medewi, Tim SAR Gabungan Resmi Tutup Operasi

Berita-compasnews.com, Jembrana. Bali - Tim SAR gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Jembrana, Basarnas Jembrana, dan TNI AL Pengambengan melaksanakan pencarian hari ketujuh terhadap Asmuri (44), nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, yang dilaporkan jatuh ke laut saat melaut di perairan Medewi.

Pencarian dilaksanakan pada Jumat (7/8/2026) mulai pukul 07.00 Wita hingga 12.30 Wita dengan menyisir sejumlah wilayah perairan, meliputi perairan Medewi, Pulukan, hingga Pekutatan. Tim SAR gabungan menggunakan rubber boat Basarnas serta melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai kawasan Medewi, Pulukan dan Pekutatan.

Korban diketahui jatuh ke laut saat melaut menggunakan jukung bernama Ridho Ilahi, berwarna hijau dengan katir putih dan merah. Hingga pencarian hari ketujuh berakhir, korban masih belum ditemukan.

Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta, S.Sos. menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan memperluas area penyisiran, baik di laut maupun sepanjang pesisir.

“Pencarian hari ketujuh telah kami laksanakan bersama Basarnas dan TNI AL dengan menyisir wilayah perairan Medewi, Pulukan dan Pekutatan serta sepanjang pesisir. Namun sampai dengan pencarian berakhir, korban belum berhasil ditemukan,” ujar AKP I Putu Suparta.

Setelah pencarian selesai pada pukul 12.30 Wita, kegiatan SAR gabungan kemudian dilaksanakan penutupan secara resmi sesuai dengan standar operasional prosedur pencarian selama tujuh hari.

Meski operasi pencarian resmi ditutup, informasi terkait kejadian tersebut tetap disebarluaskan kepada masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di wilayah hukum Polres Jembrana. Masyarakat yang menemukan tanda-tanda keberadaan korban, baik di perairan maupun di sepanjang pesisir, diimbau segera melaporkannya kepada aparat terdekat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pesisir dan para nelayan agar apabila menemukan jasad atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban, segera melaporkan kepada aparat terdekat atau menghubungi layanan Polisi 110,” tambahnya.

Layanan Polri 110 dapat digunakan masyarakat untuk meminta bantuan maupun melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran kepolisian secara cepat. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis dan beroperasi selama 24 jam.

Sat Polairud Polres Jembrana juga mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di laut.

Dengan ditutupnya operasi SAR gabungan hari ketujuh, pencarian resmi terhadap korban dinyatakan berakhir dengan hasil masih nihil. Situasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung aman dan terkendali.

Polres Jembrana berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan dan bantuan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keselamatan serta keamanan wilayah pesisir Kabupaten Jembrana.

Editor : Badwi