Minggu, 28 Jun 2026 09:29 WIB

Konflik Antara Warga Keramas dan Pendatang Kupang NTT Berakhir Damai, Setelah Mediasi di Polres Gianyar

BERITA-COMPASNEWS.COM, Gianyar. Bali - Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., membenarkan terjadinya kesalahpahaman antara warga Keramas Gianyar dengan sekelompok warga Kupang NTT, Kamis (2/5/2024).

Kabid Humas menyampaikan kejadian tersebut berawal pada Selasa, 30 April sekitar pukul 23.30 Wita, ketika warga Keramas Gianyar, bernama YA, melintas di Jalan Raya Tedung mengendarai sepeda motor pulang dari menghadiri undangan di lingkungan Bitra. Di tengah perjalanan, YA mengaku bahwa dia dipotong jalur oleh sekelompok orang tak dikenal, yang kemudian ia kejar dan salip.

"Mungkin tak terima disalip oleh orang tak dikenal tersebut, merupakan warga Kupang NTT, sehingga menimbulkan kejar-kejaran hingga di depan balai Banjar Lebah Keramas," ujar Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, situasi semakin memanas ketika warga Kupang yang dikejar menghubungi teman-temannya. Akibatnya, 8 orang warga Kupang datang ke lokasi kejar-kejaran tersebut. Dalam keadaan panik, warga Keramas lari ke balai desa dan melaporkan bahwa mereka dikejar oleh 8 orang warga Kupang.

Bendesa Adat Keramas, yang mendengar laporan tersebut, langsung bergerak ke lokasi untuk mediasi antara kedua belah pihak. Namun, situasi semakin tegang ketika beberapa warga Kupang kembali datang ke kantor desa, menyebabkan kekhawatiran di kalangan warga Keramas.

Mendapat laporan tentang situasi tersebut, Pawas Polsek Blahbatuh beserta anggota segera mengarah ke lokasi untuk menenangkan situasi. Mereka berhasil mengamankan sekitar 15 orang warga Kupang dan membawa mereka ke Polres Gianyar.

Keesokan harinya, Rabu, 1 Mei, dilakukan mediasi damai antara kedua belah pihak di Mako Polres Gianyar. Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Ketut Widiada, S.I.K., dan dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing pihak serta tokoh adat setempat.

"Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut dan menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, terutama saat berkendara di jalan," kata KBP Jansen, dalam mediasi tersebut.

Dengan penandatanganan surat pernyataan damai, konflik antara warga Keramas dan pendatang asal Kupang NTT berhasil diselesaikan dengan damai.

"Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut dan kami menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi, terutama saat berkendara di jalan. Mari bersama kita jaga Bali agar tetap ajeg, aman, dan damai," tandasnya.

Jurnalis : DaengEditor : Reagan

Editor : Reagan