BERITA-COMPASNEWS.COM, Malang – Sejumlah warga Kabupaten Malang mengalami kepanikan dan berlarian ke luar rumah saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (21/5/2024) pukul 02.42 WIB. Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di 9.28 derajat Lintang Selatan-112.61 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer, berlokasi di laut sekitar 127 kilometer tenggara Kabupaten Malang.
Guncangan yang terjadi di tengah malam tersebut mengejutkan banyak warga yang sedang terlelap. Salah satu warga yang terbangun akibat gempa adalah Widia (29), yang tinggal di Dusun Banjar Patoman, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit..
"Keluarga kami langsung terbangun dan berhamburan ke luar rumah. Saya pun langsung mengangkat anak yang sedang tidur dan lari," ungkap Widia, Selasa (21/5/2024).
Widia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa gempa tersebut bisa mengancam jiwa dan meruntuhkan rumahnya.
"Alhamdulillah tidak ada dampak apa pun akibat gempa bumi tadi. Tapi guncangannya cukup besar. Teringat gempa bumi pada tahun 2021 lalu," jelasnya.
Tidak hanya Widia, Ibu Katemi (62), warga Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, juga merasakan ketakutan yang sama. Katemi terbangun dari tidurnya dan langsung merangkul anak dan cucunya yang masih kecil.

"Saya di rumah tinggal bersama anak dan cucu saya. Suami sedang bekerja ke luar kota. Sehingga saya hanya diam diri di dalam rumah sambil merangkul anak cucu dan banyak membaca doa, semoga tidak terjadi apa-apa," ucapnya saat dikonfirmasi.
Kepanikan warga semakin bertambah ketika mereka mengingat kembali kejadian gempa besar yang pernah mengguncang wilayah Malang beberapa tahun lalu. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan.
"Berdasarkan pemantauan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa di wilayah Kabupaten Malang. Sejauh ini aman. Semoga terus aman," ujarnya singkat.
Gempa bumi yang terjadi kali ini kembali mengingatkan warga akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana alam. BPBD Kabupaten Malang telah menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Malang memang seringkali diguncang gempa bumi dengan kekuatan yang bervariasi. Kondisi geografis yang berada di dekat pertemuan lempeng tektonik membuat wilayah ini rentan terhadap aktivitas seismik. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan edukasi dan pelatihan mitigasi bencana bagi warga.
Dengan kejadian ini, diharapkan masyarakat Malang semakin memahami pentingnya persiapan dan tanggap darurat. Seluruh warga diimbau untuk selalu siap dengan peralatan darurat, serta mengetahui langkah-langkah yang harus diambil saat gempa terjadi demi keselamatan diri dan keluarga.
(Reagan)
Editor : Reagan