Bondowoso| Berita-compasnews . Com - Proyek saluran irigasi yang beralamat di Desa Dawuhan Kec. Tenggarang diduga dikerjakan asal-asalan, pasalnya, disamping tidak adanya Papan Kegiatan, proyek tersebut juga dikerjakan tidak sesuai juknis yang ada.
Hal ini terbukti pada saat dilokasi kegiatan Ketua DPD G - APKM Kab. Bondowoso, Bambang Suyitno banyak menemukan kejanggalan yang diduga ada unsur kesengajaan untuk mengelabui Masyarakat dalam melegalkan proses mencari hasil dalam kegiatan tersebut.
"Tidak adanya papan kegiatan di lokasi pekerjaan ini sudah menandakan bahwa legalitas pekerjaan tersebut patut dipertanyakan, apalagi tidak adanya pengawas atau mandor bisa dipastikan pekerjaan irigasi ini tidak sesuai dengan Desain/Rab yang ada. " Tuturnya, jum'at (15/11/2024).
[caption id="attachment_49958" align="aligncenter" width="720"]
Tampak jelas galian pondasi pada saluran irigasi hanya 15 - 20 cm. (Fto.dok. red)[/caption]
Bahkan menurutnya, galian pondasi yang seharusnya kedalaman 40 cm, dilokasi proyek yang diduga Program P3TGAI itu ditemukan hanya 15 s/d 20 cm, sehingga tidak sedikit pada bangunan yang sudah jadi banyak ditemukan lobang kecil di dasarnya.
“Menurut undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) nomer 14 tahun 2008 serta Perpres nomer 54 tahun 2010 dan nomer 70 tahun 2012,mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai oleh negara,wajib memasang papan nama proyek,yang memuat jenis dan lokasi kegiatan, nomer kontrak, waktu pelaksanaan, serta jangka waktu dan lama pelaksanaan,”Ucap Bambang.
Ia juga menambahkan kalau semua kegiatan yang sumber dananya dari pemerintah, LSM dan Media serta masyarakat pun perlu mengetahui asal usul dari pembangunan tersebut, berapa nilai anggarannya, volume panjang, lebar dan kedalamannya berapa, dari mana sumber dananya bahkan apa nama programnya harus dan wajib diketahui oleh publik.
"Sepengetahuan kami kalau proyek itu dari pemerintah pasti ada pengawas atau Mandor di lapangan dan papan nama proyek ditempel di lokasi, sehingga tidak ada dugaan ada permainan dan persekongkolan untuk meraup keuntungan yang besar apalagi pada saat Kami pantau dilokasi proyek pekerjanya hanya ada 6 orang itupun pada saat Kami mintai keterangan semua hanya bisa menjawab tidak tahu, terindikasi sudah ada intimidasi dari oknum tertentu." Imbuh Bambang.
(Red)
Editor : Bambang