Rabu, 24 Jun 2026 14:43 WIB

Pembangunan Terpadu Pemerintah Dibutuhkan Segera, Guna Menyambut Gairah Petani Tambak dan Budidaya Tambak

Berita-compasnews.com, Sampang - PJ bupati Sampang Rudi Arifianto, S.Sos, MA, MSE Sukses melakukan kegiatan Panen raya rumput laut Grasilaria bersama Dinas perikanan dan petani tambak desa Asem Nonggal yang merupakan bagian dari inovasi baru di sektor perikanan. Senin (18/11/2024)

Kepala Dinas perikanan Sampang Wahyu Prihartono mengungkapkan, pengiriman saat ini rumput laut Grasilaria ke negara Tiongkok sekitar Empat ton, kalau tercapai 200 hektar kita targetkan 25 ton setiap panen, Siapa yang menyangka kalau Sampang menjadi Kabupaten yang mampu mengekpor hasil tambak dari desa Asem Nonggal kecamatan Jrengik,

"Sebenarnya Kecamatan Jrengik, hanya mempunyai luas 67,16 km2, memiliki 14 desa dengan potensi ekonomi pada sektor perkebunan berupa tembakau dan kelapa,di sektor perikanan ada cakalang, teri, cumi, rajungan dan kepiting, di sektor peternakan ada sapi, kambing, domba dan ayam, di sektor pertanian ada padi, jagung, dan mangga, dan di sektor pertambangan/ industri ada batu kapur. Sama sekali tidak terpikirkan oleh petambak untuk menanam rumput laut,"Ungkapnya,

Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Hampir seluruh perairan pantai Indonesia dapat ditanami rumput laut, termasuk jenis Gracilaria verrucosa yang banyak dibudi- dayakan di tambak-tambak rakyat yang kurang produktif. Beberapa faktor penyebab produktivitas belum optimal adalah paket teknologi budi- dayanya yang belum tersosialisasikan dengan baik.

Diwawancara awak media Pj Bupati Rudi Arifianto menjelaskan, Sebenarnya petambak di kecamatan jrengik, tepatnya di desa asem nonggal adalah petambak bandeng dan udang. Budidaya polikurtur ini dapat mengatasi lumut di tambak, karena lumut adalah makanan alami bagi bandeng namun dapat mengganggu metabolisme udang.

"Peran Pimpinan dalam peningkatan ekonomi Masyarakat sangatlah penting. Petambak didesa asem nonggal sering kali mengeluh karena penjualan hasil panen ada fluktuasi harga, dimusim panen harga bisa murah. pemasaran pasca panen adalah masalah klasik bukan hanya bagi petambak tapi pada petani lainnya juga. Maka solusinya adalah mencari investor atau off taker. bukan hanya untuk budidaya bandeng dan udang saja, tapi offtakernya menawarkan pengenalan tentang budidaya rumput laut yang dapat menambah penghasilan petambak. Merekapun siap dan bertanggungawab dari pemberian benih rumput laut, melakukan pendampingan secara rutin dan menyerap hasil panen petambak untuk dipasarkan," harapnya

Juli 2024 pemkab sampang telah melaksanakan MOU dgn PT Jeeva Bumi Nusantara. Sebagai uji coba, melakukan polikultur rumput laut dengan bandeng seluas 30 hektar dari target 200 hektar, dan alhamdulillah menghasilkan 4 ton rumput laut kering. Pada tanggal 12 november 2024 hasilnya di ekspor ke tiongkok.

PJ Bupati Rudi Arifianto menugaskan Dinas perikanan sebagai stake holder dalam menggairahkan budidaya rumput laut, tidak cukup hanya keberhasilan ekspor perdana saja, tapi dituntut terus mengawal sampai mencapai target 25 ton. Oleh karenanya perlu juga bekerjasama dengan perguruan tinggi di Madura. Universitas Trunojoyo Madura telah bersedia memberikan saran dan masukan dengan mengirim tenaga ahlinya.

Ada dua jenis rumput laut yang diperkenalkan oleh off taker. Yang pertama adalah Gracilaria, jenis rumput laut merah yang sering digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan agar-agar. Yang cocok dibudidayakan di tambak. Yang kedua adalah Jenis Eucheuma cottonii merupakan salah satu rumput laut yang paling terkenal di Indonesia, khususnya sebagai bahan baku pembuatan karaginan, zat pengental alami yang sering digunakan dalam industri makanan dan minuman. Karaginan dari Eucheuma cottonii sangat bermanfaat sebagai pengental, pembentuk gel, dan penstabil pada produk-produk seperti es krim, susu, hingga produk daging olahan.

Selain itu, karaginan juga digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan tambahan dalam obat-obatan. jenis ini cocok dibudidayakan didaerah pasang surut, dan sekarang lagi di ujicoba di Pantai-pantai kecamatan Banyuates.

Penurunan angka kemiskinan. Pengembangan sektor pertanian dan perikanan, seharusnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi atau ketersediaan komoditas untuk konsumsi pangan. Namun lebih daripada itu, sektor pertanian dan nelayan juga memiliki peran besar dalam menurunkan angka kemiskinan. Ada beberapa cara misalnya Pemberdayaan kelompok tani dan nelayan dapat meningkatkan kesejahteraan pribadi dan memperkuat fondasi ekonomi desa, Pemerintah dapat melakukan pembangunan terpadu kawasan pesisir dengan melibatkan nelayan dalam pembangunan tersebut, dan Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai pelatihan dan pendampingan teknik pertanian modern, lingkungan hidup, literasi keuangan, dan pengetahuan lainnya.

Di Sampang, Ada 3 langkah riil yang telah dilakukan, pertama penanaman tembakau semi oranik dengan penyiraman menggunakan sistem irigasi tetes yang efisien serta lebih menghemat biaya. Sudah berhasil meningkatkan penghasilan kelompok tani di kecamatan Banyuates yang sebelumnya bukan kecamatan penghasil tembakau. Kedua mengubah hasil produksi garam konsumsi menjadi garam industri. produksi garam di Sampang mencapai 300.000 ton melebihi separuh kebutuhan nasional. Melimpahnya produksi garam tersebut membuat harga garam menjadi murah, lalu dengan sentuhan tekhnologi dari BRIN, sekarang ini lagi uji coba merubah garam komsumsi menjadi garam industri di kecamatan Pangarengan. Terakhir tentu saja budidaya polikurtur bandeng, udang dan rumput laut. Hasil rumput laut telah berhasil diekspor. Sedangkan Produksi bandeng dan udangnya juga mulai dilirik offtaker.

Perlahan dalam 9 bulan berjalan, angka kemiskinan di Kabupaten Sampang, pada tahun 2024 mengalami penurunan signifikan menjadi 20,83 persen, dibandingkan tahun 2023 yang berada diangka 21,76 persen. Walaupun pengembangan sektor pertanian dan perikanan, bukanlah satu-satunya yang menyebabkan penurunan angka kemiskinan, tapi setidaknya bisa menggairahkan para petani dan petambak.

Taufik

Editor : Badwi