Beritakompas.com, Sampang – Pegiat seni dan warga Kota Sampang merasa senang dan bahagia, Kesenian Musik Daul Combo yang digelar Jelang Sahur setiap bulan Ramadhan di Sepanjang jalan kota Sampang mendapat apresiasi dari Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.PD, M.M, Sampang (19/03/2O25)
Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan, jika dari Kepolisian Resort polres Sampang hanya menjalankan himbauan dari pemerintah daerah yang berdasarkan pertemuan - pertemuan sebelumnya, dihimbau ke warga Sampang untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan agar tidak ada lagi bulyyan terhadap pihak Kepolisian dengan alasan tidak diperbolehkan
Baca juga: Kemeriahan Daul Combo "Sahur on the Road" di Sampang: Tradisi yang Tetap Dinanti

"Sebenarnya yang menjadi keresahan adalah bunyi sound keliling yg kadang tidak jelas itu, beda sama daul combo, kami pihak kepolisian tegaskan dan mohon kepada temen - teman komunitas daul combo untuk menjaga ketertiban, tidak boleh ada wanita joget - joget, minuman keras apalagi keributan Karena itu juga pesan dari ormas yg pernah duduk bareng dengan pemerintah daerah termasuk kepolisian, mari sama - sama menjaga toleransi," tutur Kapolres
Fafan Anggota Dewan DPRD Sampang mewakili Pegiat daul combo Sampang mengungkapkan, Alhamdulillah setelah kami dikasih kesempatan dan silaturahmi ke rumah dinas Kapolres Sampang untuk sharing, menjelaskan bagaimana tradisi daul combo ini sudah berjalan lama dari nenek moyang kita, masyarakat juga menunggu bukan terganggu akhirnya ada toleransi Kapolres dan langsung menelpon Kasatlantas AKP Sigit Ekan Sahudi, S.H, M.M, untuk koordinasi menjaga ketertiban di sepanjang jalan yang dilalui musik saur daol combo

Fafan menambahkan,Banyak cara dilakukan untuk membangunkan warga saat sahur di bulan suci Ramadhan, salah satunya dengan menggunakan kesenian musik tradisional daerah. Tradisi musik daol combo misalnya, tradisi ini berlangsung setiap tahun di bulan Ramadhan, terdiri dari sejumlah alat musik seperti ketipung, Gendang, suling, Pianika,Simbal dan lainnya, di sepanjang jalan di kota Sampang.
“Semoga tradisi musik Saur Daol Combo bisa dilestarikan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya lokal masyarakat Kota Sampang, saat melakukan ibadah makan sahur,” ungkap Fafan.
Taufik kabiro
Editor : Taufik