Heboh dan Kejam, Bayi Dibuang, Ditemukan di Rumah Warga Desa Harjokuncaran

berita-compasnews.com

BeritaKompas.com, MALANG - Penemuan bayi perempuan yang ditemukan di depan rumah seorang warga di Dusun Majapurna Transad RT 35 RW 10, Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, cukup menghebohkan dan mengejutkan warga sekitar.

Pada Rabu malam (23/8/2023), sekitar pukul 20.30 WIB, seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak di depan rumah seorang warga yang bernama Harianto. Bayi ini diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya sendiri di lokasi tersebut. Harianto, pemilik rumah tempat bayi ditemukan, melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT dan RW serta kepada Kepala Desa Harjokuncaran, yaitu Arif Sujono.

Arif Sujono, yang merupakan Kepala Desa Harjokuncaran, mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut saat dikonfirmasi awak media BeritaKompas.com lewat telpon whatsapp, Jumat pagi (25/8/2023).

"Pelapor awalnya berada di dalam rumah dan mendengar suara bayi menangis. Suara bayi ini kemudian dicari asalnya, dan bayi ditemukan dalam keadaan terbungkus dalam tas kain warna biru dengan penutupan menggunakan selimut dan kain hitam. Selain itu, ada juga susu bayi merek SGM dan sebuah surat", tutur Arif Sujono.
Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Sumbermanjing Wetan untuk mendapatkan perawatan dan observasi lebih lanjut. Beruntungnya, bayi ini dalam kondisi sehat. Namun, identitas orang tua yang membuang bayi ini masih belum diketahui.

[caption id="attachment_7398" align="aligncenter" width="300"] Bayi yang ditemukan di observasi di puskesmas sumawe[/caption]

"Isi surat yang ditemukan di samping tubuh bayi mengungkapkan bahwa penulis surat, yang diduga merupakan ibu kandung bayi, ingin mengejar karir lebih dulu daripada merawat bayi tersebut", imbuh Arif Sujono.
Arif Sujono, seorang purnawirawan TNI, terakhir berpangkat Pelda menambahkan, bahwa penulis surat juga berjanji akan datang menemui bayi tersebut 5-6 tahun lagi setelah mencapai kesuksesan dalam karirnya.
"Bayi ini diberi nama Aleasha Lena Agustin oleh penulis surat, dan penulis surat meminta agar bayi ini dijaga dan dibesarkan seolah-olah anak kandung sendiri. Penulis surat juga meminta agar kejadian ini tidak dilaporkan kepada warga", pungkas Arif Sujono.
Kejadian ini menggambarkan situasi yang kompleks dan sulit, di mana orang tua bayi merasa terpaksa untuk mengambil langkah yang sulit seperti ini. Ini juga mencerminkan pentingnya dukungan sosial, perhatian, dan bantuan bagi orang tua yang mungkin menghadapi kesulitan dalam mengasuh anak mereka.

(Reagan)

Editor : Reagan

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru