Berita-compasnews.com, Probolinggo - Desa Tulupari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, kini tengah menghadapi krisis air bersih. Khususnya di Dusun Dulugan RT 10, 11, dan 12 RW 04 serta Dusun Karang Tengah RT 07, 08, dan 09 RW 03. Warga desa ini terpaksa membeli air bersih dengan harga Rp 60.000 per 1.100 liter.
Menurut KB, seorang warga, kebutuhan air keluarga rata-rata menghabiskan 1.100 liter air dalam 4 hari. "Kami harus membeli air lagi dan lagi," jelasnya. Saat ini, warga masih bisa menggunakan air hujan yang ditampung untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
Baca juga: Banjir Perdana Guncang Kraksaan, Presiden GAPKM Soroti Kesiapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo
Mayoritas warga Desa Tulupari adalah buruh tani dengan upah Rp 50.000 per hari. Mereka harus bekerja seharian penuh untuk mendapatkan upah yang tidak seberapa dibandingkan dengan biaya hidup yang semakin meningkat.
Kepala Desa Tulupari, Zainul Arifin, membenarkan bahwa desanya mengalami kekurangan air bersih. "Saya sudah berusaha meminta dan mengajukan proposal kepada pemerintah daerah," tegasnya. Ia berharap agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan permohonan bantuan air bersih.
Baca juga: Petani Menjerit, DKUPP Malah Diskusi Harga Tembakau Paiton Rontok, Negara Seolah Cuci Tangan
Zainul Arifin juga menyatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi warganya yang kesulitan mendapatkan air bersih. "Saat ini masih musim hujan, mandinya masih bisa pakai air hujan, hanya beli untuk di konsumsi saja," jelasnya.
Warga Desa Tulupari berharap solusi dari pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih. Mereka berharap agar pemerintah dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih mereka.
Baca juga: Tingkatkan Harmoni Umat, Kemenag dan FKUB Probolinggo Konsolidasi Program
Dengan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, diharapkan warga Desa Tulupari dapat terbebas dari kesulitan mendapatkan air bersih. Semoga pemerintah dapat segera merealisasikan bantuan yang dibutuhkan oleh warga Desa Tulupari, lebih-lebih mungkin bisa dibuatkan sumur bor, harap KB.
KAMIL TPI
Editor : Badwi