Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Tak Terima Bayi umur 3 hari dinyatakan meninggal oleh pihak RSUD Sultan Muhammad Jamaluddin 1 sukadana,kedua pihak keluarga Bapak Almarhum dari desa rantau panjang Dan Ibu bayi dari desa benawai agung ramai ramai mendatangi RS.
Dengan nada yang keras,aura kesal kecewa , Pak Ude Achmadi datok dari si bayi tak terima atas meninggal cucu nya pihak RS tidak memberi tahu di masa kritis bayi.
Baca juga: Aiptu Rusmianto Layangkan Surat ke Polres Kayong Utara, Soroti Dugaan Upaya Penutupan Kasus Dana BOK
Gimana kita tudak marah,pihak RS perawat pendamping dokter ahli kandungan menghubungi keluarga untuk segera mengambil bayi untuk di bawa pulang,rasa haru penuh semangat kami sekeluarga datang bawa mobil sebagian pakai sepeda motor menjemput si pujaan hati cucu pertama.
Sesampai rumah sakit,bukan nya senang malah ada duka yang mendalam menyelimuti hati kami.
Derai air mata pihak keluarga mulai membasahi wajah, terutama Bapak dari si bayi sementara ibu nya terpisah dari bayi.
Tak sanggup menahan tangis melihat si buah hati terbaring dengan mata tertutup wajah dan sekujur tubuh biru.
Keluarga datangi pihak rumah sakit" merujuk pada situasi umum di mana keluarga pasien yang berduka mencari penjelasan atau menuntut pertanggungjawaban dari rumah sakit, Karena menduga adanya kelalaian medis, malpraktik, atau penelantaran pasien,Imbuh Achmadi
Baca juga: Kasus Korupsi Dana Kesehatan Kayong Utara Melebar, Nama Oknum Wartawan dan Polisi Ikut Terseret
Melalui Humas RSUD Sultan Muhammad Jamluddin 1 sukadana , Ridwansyah Kepala Bagian Tata Usaha/Humas memberikan ruang diskusi kedua belah pihak,mau itu pihak bayi dan dr ahli kandungan untuk menjelaskan.
Sambut dr Ahli kandungan memaparkan penyebab meninggal seorang bayi laki laki umur 3 hari,
Pada kondisi normal, janin menelan air ketuban sebagai bagian dari proses pernapasan, dan ini tidak berbahaya. Namun, stres janin tertentu (seperti kekurangan oksigen atau infeksi) dapat menyebabkan bayi mengeluarkan mekonium ke dalam air ketuban sebelum atau selama persalinan. Jika bayi menghirup air ketuban yang mengandung mekonium saat lahir, hal ini dapat menghalangi jalan napas dan mengiritasi jaringan paru-paru.
Dalam pemeriksaan juga kami sudah lakukan tigal hal dasar,pengecakan pertama pada daya tubuh nya,yang kedua apa kah terjadi infeksi ketiga faimen ofden ,ternyata si bayi mempunya kelainan sehingga mengeluarkan zat kuning melebih dari normal oleh karena itu kita edukasi bahwa bayi ini sedikit depresi karena melebihi 10 kali lipat kenormalan nya.
Baca juga: Kasus Penggelapan Rp50 Juta Seret Nama Oknum DPRD, Surianto Minta Polisi Bertindak Tegas
Lebih lanjut Sesak napas yang menyebar ke paru-paru jantung dan otak sementara otak hal yang rawan sehingga menyebabkan kadar oksigen dalam darah bayi menurun drastis. Kekurangan oksigen ini memberikan tekanan besar pada sistem kardiovaskular bayi yang baru lahir.
Dalam hal ini kami dari pihak rumah sakit sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk bayi.
semua nya sesuai SOP kita sudah laksanakan.
Ternyata yang maha kuasa punya rencana lain. Selamat jalan anak surga.
kami juga dari pihak RS Jamaluddin turut berduka cita yang sedalam dalam nya atas kepergian si buah hati anak Bapak dan Ibu. Ungkapnya (Juminggu)
Editor : Badwi