Berita-compasnews.com, , Probolinggo, – Langit politik Jawa Timur kembali mendengung, seperti guntur yang menahan amarah di perut awan. Publik resah, geram, dan merasa dipermainkan. Dua nama Mahrus dan Anwar Sadad yang disebut dalam proses hukum dugaan kasus Dana Hibah Jatim sejak Juli 2024, masih tetap melenggang sebagai wakil rakyat. Sementara masyarakat cuma bisa menelan getir, seperti meneguk kopi pahit yang tak kunjung habis aromanya.
Di tengah gejolak itu, Presiden GAPKM, Juned ST, muncul dengan suara yang meletup seperti bara jatuh ke jerami kering. Ia tak lagi berbicara pelan atau diplomatis. Kata-katanya meluncur deras, tanpa rem, seperti sungai yang jebol dari bendungan.
Baca juga: Sengketa Tanah Warisan di Satreyan Memanas, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum
“Ini memalukan. Sudah disebut sebagai tersangka, tapi masih duduk nyaman seakan tak terjadi apa-apa. Rakyat jemu, rakyat muak. Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap supremasi hukum bakal runtuh,” Tegas Juned ST, suaranya menggema seperti pukulan palu besar, 12/12/2025.
Ia menambahkan bahwa masyarakat kini seperti berjalan di lorong panjang yang lampunya mati satu per satu ,gelap, ragu, dan dilanda tanda tanya Apakah hukum hanya untuk orang kecil?
Juned ST menuding bahwa kelambanan proses hukum ini telah menyeret citra lembaga negara ke kubangan keraguan. Ia menyebut nama para pihak bukan sebagai vonis, tapi sebagai bagian dari kekecewaan publik terhadap lambannya proses penegakan hukum yang berlangsung terlalu lama.
Tak berhenti di situ, Juned ST juga mengirim pesan keras yang terasa seperti dentuman genderang perang.
“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas. Perintahkan KPK untuk menuntaskan proses hukum ini !. Jangan biarkan rakyat kehilangan pegangan pada keadilan,” Ujarnya.
Di mata GAPKM, kasus dugaan Dana Hibah Jatim ini sudah terlalu lama menggantung seperti layang-layang putus benang terombang-ambing tanpa arah. Sementara itu, desas-desus di akar rumput terus berputar seperti angin panas yang tak berkesudahan.
Masyarakat menanti kepastian. Mereka menanti jawaban. Mereka menanti bukti bahwa negara masih memihak pada keadilan, bukan pada kenyamanan kursi para pejabat yang terlibat dalam pusaran kasus.
Baca juga: Dugaan Siswa Ditahan Ikut Ujian Karena Tunggakan, Dunia Pendidikan Probolinggo Tuai Sorotan
Dan hingga hari itu tiba, suara-suara lantang seperti milik Juned ST akan terus bergema, mengejar, menekan, menggugah agar hukum benar-benar turun dari menara gadingnya dan kembali berpijak pada tanah tempat rakyat berdiri.
Redaksi
Editor : Badwi