Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Seorang warga Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir mengangkat keluhan keras terkait kondisi jalan kampung yang rusak parah dan kinerja Kepala Desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui spanduk yang ditampilkan secara terbuka.
Keluhan tersebut menyatakan bahwa pihak desa dinilai “makan gaji butak” karena pembiaran terhadap jalan yang sudah tidak layak pakai, dengan kerusakan diperparah oleh mobilitas angkutan buah sawit yang menggunakan kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas jalan.
Baca juga: Aiptu Rusmianto Layangkan Surat ke Polres Kayong Utara, Soroti Dugaan Upaya Penutupan Kasus Dana BOK
Dikutip dari tulisan pada spanduk, jalan kampung mengalami kerusakan akibat kurangnya perhatian dari para pengurus desa serta aktivitas angkutan komoditas yang tidak memperhatikan batasan daya tampung jalan.
Baca juga: Kasus Korupsi Dana Kesehatan Kayong Utara Melebar, Nama Oknum Wartawan dan Polisi Ikut Terseret
Warga menyebutkan, pihak desa baru muncul dengan kebijakan jika ada warga yang mengalami kecelakaan akibat jalan rusak.
Baca juga: Kasus Penggelapan Rp50 Juta Seret Nama Oknum DPRD, Surianto Minta Polisi Bertindak Tegas
Bagian gambar kartun pada spanduk juga menggambarkan kritik terhadap fokus yang dinilai salah sasaran, dengan semboyan “Dorong Terus!” yang dianggap menyiratkan tindakan yang tidak memperhatikan kondisi jalan yang ada lubang besar (Juminggu)
Editor : Badwi