Berita-compasnews.com || Sampang - Pemerintah Kabupaten Sampang resmi menggelar perayaan akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sampang (Harjaksa) ke-402 yang disatukan dengan momentum perayaan malam pergantian tahun baru 2025. Rangkaian acara yang penuh dengan nilai budaya dan hiburan ini dijadwalkan berlangsung selama hampir dua minggu, mulai dari tanggal 24 Desember 2025 hingga berakhir pada 4 Januari 2026 mendatang. Rabu (31/12/2025)
Pusat seluruh kegiatan dan kemeriahan ini dipusatkan di Halaman Kantor KONI Kabupaten Sampang. Lokasi ini dipilih secara strategis untuk menjadi magnet utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah agar tidak terjadi penumpukan massa di pinggir jalan raya yang seringkali memicu kemacetan parah di jantung kota Sampang.
Baca juga: Geliat Ekonomi Kreatif, Mbledos Organizer Gelar Sampang Bazar Fashion Vol. 27
Panitia penyelenggara menyajikan konsep pesta rakyat yang sangat variatif, mulai dari Pameran UMKM yang menampilkan produk unggulan lokal, Bazar Pelayanan OPD, hingga zona kuliner kekinian. Tidak hanya soal ekonomi, sisi hiburan juga diperkuat dengan adanya Kesenian Tradisional, Live Music, Fun Game, serta wahana pasar malam yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung keluarga.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat luar biasa, terutama saat memasuki malam pergantian tahun baru. Meskipun jam operasional harian ditetapkan mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB, khusus pada malam tahun baru, ribuan pengunjung terpantau tetap memadati area pameran hingga melewati tengah malam untuk merayakan pergantian tahun dalam suasana yang meriah namun tetap tertib.
Yuszak, selaku Panitia Hari Jadi Kabupaten Sampang ke-402, menjelaskan bahwa tujuan utama dari perhelatan panjang ini adalah untuk mensyukuri usia kabupaten yang telah mencapai empat abad lebih. Selain itu, ajang ini menjadi wadah krusial untuk mempromosikan produk lokal UMKM agar roda ekonomi masyarakat kecil terus berputar dan berkembang pesat.
"Namun, ada kebijakan yang berbeda pada perayaan kali ini, di mana pemerintah daerah dengan tegas melarang adanya pesta kembang api di seluruh titik hiburan. Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan rasa simpati mendalam terhadap musibah bencana alam yang saat ini sedang menimpa saudara-saudara kita di wilayah Sumatera dan Aceh."ujarnya .
Sebagai alternatif dari tiadanya kembang api, panitia mengalihkan fokus hiburan pada Wahana permainan dan Fun game. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa menikmati hiburan yang tanpa mengurangi rasa empati terhadap sesama yang sedang berduka.
Harapannya, Harjaksa ke-402 ini tidak hanya menjadi sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi dan penguat rasa persaudaraan bagi warga Sampang.
Editor : Taufik