Video Viral di TikTok, Perhutani Bersama TNI-Polri Tinjau Lokasi di Desa Argoyuwono

Reporter : Reagan

Berita-CompasNews.com, Malang Menindaklanjuti beredarnya sebuah video yang viral di media sosial TikTok, jajaran Perhutani bersama aparat TNI dan Polri melakukan pengecekan langsung ke lokasi di wilayah Desa Argoyuwono, Kabupaten Malang, pada Sabtu (24/1/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan oleh Mantri Perhutani wilayah Argoyuwono, didampingi Babinsa, anggota Polsek setempat, serta mandor Perhutani. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat atas video yang beredar luas dan memicu beragam persepsi di tengah masyarakat.

Mantri Perhutani Area Desa Argoyuwono yang akrab dipanggil Widi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Kami turun langsung ke lokasi yang dimaksud dalam video viral tersebut untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini pihak Perhutani masih melakukan pendalaman dan pengumpulan data, sehingga belum dapat menarik kesimpulan adanya pelanggaran atau permasalahan tertentu.

“Kami mengedepankan asas kehati-hatian. Semua kami kaji berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Menanggapi isu yang berkembang di media sosial, Mantri Perhutani juga menegaskan bahwa pihaknya telah lebih dahulu melakukan upaya pemulihan lingkungan di lokasi yang dimaksud.

“Sejak sekitar dua bulan yang lalu, kami sudah melakukan kegiatan reboisasi di lokasi tersebut,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani menanam ratusan bibit pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Total ada sekitar 300 bibit pohon yang ditanam, terdiri dari bibit nangka dan bibit mahoni,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan reboisasi tersebut merupakan program rutin Perhutani dalam rangka menjaga fungsi ekologis hutan dan memastikan kawasan tetap terkelola dengan baik.

“Upaya penghijauan terus kami lakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” tandasnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Argoyuwono yang turut mendampingi kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran TNI dalam peninjauan lapangan bertujuan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Kami hadir untuk memastikan situasi di wilayah tetap aman dan tidak terjadi keresahan di masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar,” jelasnya.

Dari unsur kepolisian, perwakilan Polsek Ampelgading mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten di media sosial dan menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyimpulkan sendiri. Proses pengecekan masih berjalan dan hasilnya akan disampaikan secara resmi,” ujar anggota Polsek yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Di sisi lain, sejumlah warga Desa Argoyuwono berharap adanya kejelasan dan transparansi dari hasil pengecekan tersebut. Salah satu warga berinisial S mengaku video viral tersebut sempat menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami hanya ingin kejelasan, jangan sampai video itu menimbulkan asumsi yang tidak benar,” katanya.

Warga lainnya berinisial M mengapresiasi langkah aparat yang turun langsung ke lapangan, namun berharap hasil peninjauan disampaikan secara terbuka.

“Langkah aparat sudah tepat. Harapan kami hasilnya nanti bisa disampaikan secara jelas supaya masyarakat tidak bertanya-tanya,” ujarnya.

Menurut warga, klarifikasi resmi sangat penting mengingat video tersebut telah menyebar luas di media sosial dan berpotensi berdampak pada citra desa.

“Kalau sudah viral, dampaknya ke desa juga. Kami berharap penanganannya transparan agar tidak merugikan masyarakat,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pengecekan dan pendalaman oleh tim gabungan Perhutani, TNI, dan Polri masih terus berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

Editor : Reagan

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru