Syukuran Panen, Desa Cipta Karya Gelar Gawai Dayak Maka’ Dio V

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com,BENGKAYANG,KALBAR – Pemerintah Desa Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung, siap menggelar perhelatan budaya tahunan Gawai Dayak Maka’ Dio ke-V pada 27-28 April 2026. Perayaan ini merupakan wujud syukur kolektif masyarakat atas melimpahnya hasil panen, baik dari sektor perladangan maupun persawahan.

Kepala Desa Cipta Karya, Benyamin Kalvin, menjelaskan bahwa meski durasi pelaksanaan tahun ini dipadatkan menjadi dua malam dibandingkan tahun sebelumnya, esensi dan kemeriahan acara dipastikan tetap terjaga.

Rangkaian Ritual dan Seremoni

Perhelatan akan dimulai pada Senin pagi, 27 April, pukul 06.00 WIB dengan ritual adat yang sakral. Acara secara resmi akan dibuka oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE., MM, pada pukul 14.00 WIB.

"Pagi kita awali dengan ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada Jubata (Tuhan Yang Maha Esa). Kemudian, siang harinya Bapak Bupati akan hadir langsung untuk membuka acara secara resmi," ujar Benyamin Kalvin.

Hiburan Rakyat dan Pelestarian Budaya

Malam pertama akan diisi dengan hiburan rakyat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Memasuki hari kedua, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan khusus anak-anak guna menanamkan kecintaan budaya sejak dini.

Puncak acara pada malam tanggal 28 April akan dimeriahkan oleh deretan artis kondang dari Provinsi Kalimantan Barat, di antaranya Hengky Tagasta, Eva Valentine, Willa Kristiani, Pierre Sudya, dan Yayang, yang akan tampil di Lapangan Maka’ Dio (Eks Timbangan).

Filosofi "Semakin Ramai, Semakin Berkah"

Lebih dari sekadar seremoni, Benyamin menekankan kedalaman makna filosofis di balik tradisi ini. Masyarakat Desa Cipta Karya memiliki tradisi menjamu sanak saudara dan kerabat di rumah masing-masing selama gawai berlangsung.

"Ada kepercayaan kuat dalam budaya kami: semakin ramai tamu yang datang, makan, dan minum di rumah kita, maka semakin melimpah rezeki yang akan datang. Ini adalah bentuk syukur dan penghargaan atas jerih payah selama setahun bekerja," jelasnya.

Melalui momentum Gawai Dayak Maka’ Dio V, Pemerintah Desa berharap nilai-nilai luhur dan adat istiadat ini tetap terjaga di tengah modernitas. "Harapan kami acara terlaksana dengan baik dan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman," pungkas Benyamin.

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru