Masjid Al-Amin Terendam: Warga Sintang Kecam Penutupan Drainase Demi Ruko, Desak Pemkab Bertindak Tegas!

Reporter : Kusnadi

Berita-compasnews.com,SINTANG, KALBAR – Kawasan Lintas Melawi kembali lumpuh akibat banjir yang kian parah. Namun, warga menegaskan bahwa bencana ini bukan sekadar faktor alam, melainkan dampak nyata dari ego sektoral dan lemahnya pengawasan tata ruang. Drainase yang seharusnya menjadi urat nadi pembuangan air menuju sungai-sungai kecil dan Sungai Melawi, diduga kuat telah ditutup secara permanen oleh sejumlah pemilik bangunan komersial dan ruko.

Fasilitas Umum dan Rumah Ibadah Jadi Korban, Dampaknya sangat memprihatinkan. Arus air yang tersumbat menyebabkan luapan hebat setiap kali hujan turun. Puncaknya, fasilitas umum dan rumah ibadah kini menjadi korban. Masjid Al-Amin, pusat aktivitas religi warga setempat, dilaporkan ikut terendam banjir akibat air yang tidak memiliki jalur keluar.

"Air masuk sampai ke dalam area masjid. Ini sangat menyakitkan hati kami. Bagaimana mungkin drainase ditutup hanya demi kepentingan bangunan bisnis? Kami beribadah terganggu, aktivitas warga lumpuh. Jika saluran air dianggap pajangan, maka jangan salahkan jika alam yang bicara," ujar salah seorang jamaah Masjid Al-Amin dengan nada kecewa.

Dugaan Pembiaran oleh Pemerintah, Warga menilai Pemerintah Kabupaten Sintang dan DPRD Kabupaten Sintang seolah "tutup mata" terhadap praktik penutupan drainase ini. Penegakan Perda terkait Garis Sempadan Bangunan (GSB) dan fungsi fasilitas umum kini dipertanyakan. Dugaan adanya pembiaran terhadap pengusaha ruko yang mengorbankan kepentingan publik demi perluasan lahan bangunan kian menguat.

Persoalan ini bukan lagi masalah musiman, melainkan kegagalan manajemen infrastruktur kota. Warga mendesak instansi terkait untuk :

1. Segera melakukan audit lapangan dan pemetaan ulang saluran air.

2. Membongkar beton atau bangunan yang menutup drainase secara ilegal.

3. Memberikan sanksi tegas kepada pemilik bangunan yang terbukti melanggar aturan tata ruang.

Menanti Keberanian Pemerintah, Publik Sintang kini menanti keberanian Bupati dan jajaran teknisnya. Apakah pemerintah akan tunduk pada kepentingan bisnis segelintir orang, atau berdiri tegak demi keselamatan warga serta kehormatan rumah ibadah?

Jika tidak segera ditindak, kawasan Lintas Melawi terancam menjadi daerah mati yang tenggelam oleh kelalaian manusia sendiri. Drainase bukan sekadar pelengkap jalan, tapi hak publik yang tidak boleh dirampas.

Editor : Kusnadi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru