Selamatkan Dua Anak Tenggelam, Warga Jembrana Justru Meregang Nyawa di Laut Perancak

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Jembrana. Bali - Peristiwa tragis terjadi di kawasan Pantai Muara Perancak, Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu (10/5/2026) sore. Seorang warga bernama SB (48), asal Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, meninggal dunia usai diduga berupaya menyelamatkan dua anak yang tenggelam di perairan tersebut.

Kejadian itu diketahui sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu seorang nelayan bernama Iwan Dahilin sedang memancing menggunakan sampan bersama anak dan keponakannya di sekitar perairan Muara Indah, Desa Pengambengan.
Di tengah aktivitas memancing, saksi melihat seorang pria terapung di laut bersama dua anak laki-laki yang berteriak meminta bantuan. Menyadari situasi darurat tersebut, saksi langsung mendekati lokasi dan melakukan proses penyelamatan.

Baca juga: Edukasi Lingkungan Sejak Dini, Anak-Anak TK Kartika VII-15 Jembrana Gelar Aksi Bersih Pantai di Waterbee Gilimanuk

Dua anak yang berada di lokasi berhasil dievakuasi lebih dahulu ke tepi pantai dalam keadaan selamat. Setelah memastikan kedua anak aman, nelayan tersebut kembali menuju lokasi korban untuk mengangkat tubuh korban ke atas sampan sebelum dibawa menuju tepi Pantai Muara Indah Pengambengan.

Setibanya di darat, korban langsung dibawa pihak keluarga ke Puskesmas II Negara menggunakan kendaraan pribadi guna mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, S.H., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat tenggelam, ditandai dengan keluarnya busa dan darah dari hidung serta mulut korban.

“Personel Polsek Negara segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pendataan terhadap saksi-saksi, berkoordinasi dengan pihak medis, serta membantu proses penanganan bersama keluarga korban. Kami turut berduka cita atas kejadian ini,” ujar AKP Andi Prasetio.

Baca juga: Semangat Gotong Royong Menguat, Pemkab Jembrana Canangkan BBGRM 2026 di Pesisir Melaya

Pihak kepolisian juga memberikan apresiasi kepada para nelayan dan warga pesisir yang sigap membantu proses penyelamatan sehingga dua anak yang sempat berada dalam bahaya berhasil diselamatkan.

Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi.

Polres Jembrana mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pantai maupun laut agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, kondisi cuaca, serta arus perairan guna menghindari kejadian serupa.

Baca juga: Jelang Makepung Kapolda Cup 2025, Polres Jembrana Gelar Apel Pengamanan

Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan Kepolisian 110 atau kantor polisi terdekat apabila menemukan situasi darurat maupun gangguan kamtibmas.

Daeng

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru