Dugaan Penyimpangan Banpres Karhutla Rp20 Miliar: Fraksi PKB Soroti Buruknya Informasi, DPRD Segera Panggil OPD

Reporter : Badwi

Berita-compasnews.com, Kayong Utara — Muncul dugaan adanya penyimpangan dalam penyaluran dan penggunaan Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp20 miliar yang diperuntukkan bagi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara. Realisasi dana yang baru mencapai 30,1% sementara sisa anggaran masih tertahan, memicu pertanyaan serius dari masyarakat dan anggota dewan.
 
Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara berencana segera memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menerima penyaluran dana tersebut untuk dimintai penjelasan dan pertanggungjawaban secara terbuka. OPD yang akan dipanggil antara lain BPBD, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya.
 
"Kami akan segera memanggil OPD yang menerima bantuan ini untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka. Ini uang negara untuk penanggulangan bencana, tidak boleh ada penyimpangan."
Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara
 
Namun, kekhawatiran serius disampaikan oleh Fraksi PKB DPRD Kayong Utara, melalui Ansari. Ia mempertanyakan bagaimana fungsi pengawasan dapat berjalan efektif jika anggota dewan sendiri tidak mendapatkan informasi yang layak mengenai pengelolaan dana tersebut.
 
"Bagaimana kami bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan baik, jika anggota DPRD saja tidak diberitahu bagaimana dana ini dikelola dan digunakan? Keterbukaan informasi adalah syarat mutlak agar pengawasan berjalan benar-benar menjaga kepentingan rakyat." Imbuh Ansari

Baca juga: MENJERIT..!! Warga Pulau Mayak Keluhkan Harga Pertalite SPBU 3T, Disebut Tembus Rp14 Ribu per Liter

 
TUNTUTAN PUBLIK
 
Usut tuntas penggunaan dana Banpres Karhutla Rp20 Miliar
Buka laporan pertanggungjawaban secara terbuka kepada publik
Pastikan bantuan tepat sasaran dan transparan
Jangan biarkan dana untuk rakyat terpinggirkan jadi ajang memperkaya diri
 
TANGGAP BENCANA, BUKAN AJANG MEMPERKAYA!
 
DUGAAN PENYIMPANGAN BANPRES KARHUTLA Rp20 MILIAR
 
Transparansi adalah kunci. Uang rakyat harus terlihat jelas kemana perginya. Jangan sampai dana untuk bencana jadi rahasia umum,"Tutup Abdul Kholiq (Juminggu)

Baca juga: Relawan Pemadam Karhutla di Kayong Utara Jatuh Sakit, Diduga Alami Infeksi Paru-Paru hingga Bergantung pada Oksigen

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru