Berita-compasnews.com, Kayong Utara – Musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mulai memakan korban di kalangan warga yang turun langsung memadamkan api.
Seorang warga Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, kini harus berjuang melawan sakit di Rumah Sakit Jamaluddin sukadana setelah aktif ikut memadamkan api yang pertama kali terjadi di desanya.
Identitas Pasien:
Nama: Dang
Lahir: 1968
Alamat: Pemangkat, Dusun Penyekam Raya, RT 05/RW 03
Masuk RS: 25 Juli 2026
Diagnosa Dokter: Infeksi Paru-Paru
Setelah ikut memadamkan api di lahan gambut tak jauh dari kediamannya, Pak Dang mulai mengeluh sesak napas. Kondisinya terus memburuk hingga akhirnya harus dilarikan ke RS Jamaluddin, Hingga di rujuk ke RS Agoesdjam ketapang, kini pasien belum bisa lepas dari alat bantu napas menghabiskan dua tabung oksigen setiap harinya.
"Beliau sebelumnya tidak pernah mengalami sakit seperti ini. Setelah ikut padamkan api di lahan gambut itu, baru mulai sesak di dada. Sampai sekarang paman saya tidak bisa jauh dari oksigen," ujar Jemy, keponakan korban.
Pak Dang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Beban biaya pengobatan tentu sangat berat bagi keluarganya. Oleh karena itu, keluarga sangat berharap kehadiran dana bantuan penanganan karhutla dari Pemerintah Pusat senilai Rp20 Miliar yang telah disalurkan ke Kabupaten Kayong Utara juga bisa menyentuh dan membantu warga yang berkorban langsung di lapangan.
"Kehidupan Pak Dang jauh lebih susah dari kita. Kami sangat berharap pemerintah daerah dalam mengelola dana Rp20 miliar tersebut tidak hanya untuk pemadaman, tetapi juga memperhatikan warga yang sakit dan berkorban seperti Pak Dang. Semoga ada perhatian dan bantuan untuk pengobatannya," harap Jemy. (Jul)
Editor : Badwi