Sabtu, 27 Jun 2026 16:51 WIB

Tekankan Pembangunan Berkelanjutan, Sekdakap Sampang Buka Musrenbang RKPD Kecamatan Sreseh

Kegiatan tersebut menjadi forum penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menyusun program pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Anggota DPRD Sampang Dapil II Mushoddaq Chalili, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sreseh Arif Purna Hermawan, Forkopimcam Sreseh, Pj Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Tokoh Agama serta Masyarakat di Kecamatan Sreseh.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiyawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema pembangunan Kabupaten Sampang pada tahun 2026 adalah "Peningkatan Produktivitas SDM serta Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan."

"Musrenbang ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa usulan program yang disusun benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Lebih lanjut, H. Yuliadi Setiyawan menegaskan empat prioritas utama dalam pembangunan Kabupaten Sampang tahun 2026 diantaranya Peningkatan produktivitas SDM melalui pemenuhan kualitas pendidikan dan kesehatan serta menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, maju, dan berbudaya.

Kemudian Pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan, dengan mendorong ekonomi inklusif berbasis agribisnis dan UMKM.

Ketiga Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, untuk mendukung konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

Keempat Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan inovatif, guna menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, fokus utama pembangunan tetap pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengentasan kemiskinan.

Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang mengalami peningkatan dari 61,94 pada tahun 2019 menjadi 66,72 di tahun 2024, namun angka ini masih menjadi yang terendah di Jawa Timur.

"Kita tidak boleh berpuas diri. Justru, ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih keras, memperbaiki sektor pendidikan, kesehatan, serta memberdayakan potensi unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata," tegasnya.

Selain itu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sampang masih menjadi tantangan. Pada tahun 2024, angka kemiskinan mencapai 20,83%, menjadikannya yang tertinggi di Jawa Timur.

Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong investasi dan pengembangan UMKM guna menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

"Kita harus merumuskan strategi yang tepat, seperti mempermudah investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta mendukung ekonomi mikro agar masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka," katanya.

Sebagai kecamatan yang memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, Sreseh diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Salah satu produk unggulannya adalah kerupuk ikan, yang telah dipasarkan ke berbagai daerah sehingga Pemerintah berencana untuk memperkuat strategi pemasaran agar produk lokal dari Sreseh semakin berkembang.

Selain itu, Sreseh juga memiliki hutan mangrove yang luas, yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Namun, tantangan utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan menuju Sreseh.

"Kita menyadari bahwa kondisi geografis Sreseh yang berada cukup jauh dari pusat kabupaten menyebabkan konektivitas wilayah menjadi terbatas. Rencana pembangunan Jembatan Sreseh-Pangarengan masih tertunda karena keterbatasan anggaran, namun kita tetap berupaya agar proyek ini bisa diwujudkan di masa mendatang," jelasnya.

Dari sektor pertanian, kondisi tanah alluvial hidromorf di Sreseh sangat cocok untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Untuk itu, pemerintah mendorong penerapan teknologi pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Selain masalah infrastruktur, akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Hingga saat ini, banyak masyarakat di Sreseh yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai.

"Pemerataan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas. Jika akses ke fasilitas-fasilitas ini lebih mudah, tentu akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing SDM di Sreseh," tambahnya.

Sebagai penutup, H. Yuliadi Setiyawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga capaian pembangunan yang telah diraih serta berkontribusi dalam mempercepat pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

"Jangan berkecil hati dengan tantangan yang ada. Kita harus terus bekerja keras dan bersinergi agar pembangunan di Sreseh dan Kabupaten Sampang dapat berjalan optimal. Mari kita wujudkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat," pungkasnya

Taufik Kabiro 

Editor : Taufik