Rabu, 24 Jun 2026 02:37 WIB

Ungkapan Suara Hati Warga Rancapinang

Berita-compasnews.com, Pandeglang - Dari sebuah desa kecil di ujung Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, suara rakyat kembali menggema. Rancapinang, nama desa itu, kini menjadi simbol perlawanan atas ketidakadilan agraria yang masih terus terjadi di berbagai pelosok negeri.22 September 2025

Warga Rancapinang tidak hanya memperjuangkan sebidang tanah. Lebih dari itu, mereka memperjuangkan hak hidup, hak bertani, dan hak atas tanah warisan leluhur mereka. Tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan, kini terancam oleh proses perampasan tanpa adanya pelepasan hak yang sah.

"Ini bukan hanya tentang Rancapinang. Kalau tanah kami bisa dirampas hari ini tanpa dasar hukum yang benar, maka besok-besok desa lain pun bisa mengalami hal yang sama," ujar salah satu tokoh warga dalam orasi di tengah aksi solidaritas yang digelar hari ini.

Dalam pernyataan sikap bersama, warga Rancapinang menegaskan bahwa perjuangan mereka adalah bagian dari perjuangan rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka menolak menjadi korban dari praktik penguasaan tanah yang melanggar prinsip keadilan sosial dan keberlanjutan hidup desa.

"Kami ingin buktikan bahwa rakyat kecil tidak lemah. Desa bukan objek yang bisa dipermainkan, melainkan subjek yang berdaulat. Desa harus dihormati," tegas pernyataan tersebut.

Aksi ini mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil, mahasiswa, hingga petani dari desa-desa sekitar. Seruan untuk menolak perampasan tanah dan mendorong reforma agraria sejati pun semakin menguat.

Mereka menyerukan solidaritas dari seluruh penjuru negeri  dari Pandeglang hingga ke pelosok Nusantara  untuk bersatu melawan ketidakadilan.

"Ketika rakyat bersatu, tidak ada kekuatan yang bisa mengalahkan kita," ujar seorang pemuda Rancapinang, menggugah semangat para peserta aksi.

Kini, Rancapinang tak lagi sekadar nama sebuah desa kecil. Ia telah menjelma menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap ketimpangan dan ketidakadilan agraria. Suara dari desa ini menjadi panggilan untuk seluruh rakyat Indonesia: bahwa tanah, hidup, dan martabat harus diperjuangkan bersama.

Tim

Editor : Badwi