Berita-compasnews.com_Bengkayang, Kalbar//Hiburan pasar malam yang digelar di halaman depan Kesatriaan Kompi Senapan C Yonif 641/Raider Bengkayang terus menjadi sorotan publik. Bukan karena kemeriahannya, melainkan karena lokasi penyelenggaraan yang menggunakan lahan militer—fasilitas negara—sebagai arena bisnis hiburan.
Publik menilai, sikap tidak reaktif dari Komandan Kompi (Danki) selaku pengendali satuan menimbulkan tanda tanya besar. Tidak adanya hambatan atau koreksi dari pihak satuan justru memberi kesan seolah-olah kekuasaan dipertontonkan di hadapan masyarakat.
Pertanyaan kritis pun bermunculan: Apakah markas TNI boleh dijadikan ajang bisnis? Jika benar ada keuntungan dari hiburan tersebut, kemana arah penghasilan itu disalurkan? Mengingat status lahan yang dipakai adalah tanah negara, fasilitas negara, bukan tanah kelompok atau milik pribadi.
Sejatinya, ada aturan tegas tentang penggunaan aset militer. TNI memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan negara, bukan mengelola lahan kesatrian untuk kepentingan hiburan rakyat berbalut bisnis. Publik khawatir, apabila dibiarkan, citra TNI justru terpuruk hanya karena ulah segelintir oknum yang mencari keuntungan pribadi.
“Kalau markas tentara bisa seenaknya dijadikan pasar malam, lalu bagaimana masyarakat mau percaya bahwa aset negara dijaga dengan baik? Jangan sampai rakyat melihat kekuatan TNI justru dipakai untuk hal yang keliru,” ungkap seorang tokoh masyarakat Bengkayang.
Keluhan juga datang dari pengguna jalan yang merasa terganggu akibat kemacetan dan parkir liar di sekitar lokasi pasar malam. Ramainya kendaraan yang berhenti di bahu jalan membuat arus lalu lintas tersendat, bahkan menimbulkan risiko kecelakaan. “Ini jalan umum, harusnya tertib. Kalau sudah macet begini, masyarakat lain yang tidak ada urusan dengan pasar malam jadi ikut dirugikan,” keluh seorang pengendara.
Sorotan publik semakin tajam karena lokasi pasar malam tersebut jelas bukan tempat yang semestinya dijadikan hiburan komersial. Menggunakan kekuatan dan jabatan untuk memperlihatkan kekuasaan di depan rakyat adalah contoh yang salah. Kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk mencari keuntungan.
Publik pun mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan di tubuh TNI merupakan pengabdian kepada negara dan rakyat. Jika penyalahgunaan aset negara terjadi, maka bukan hanya satuan di Bengkayang yang tercoreng, melainkan nama besar institusi TNI secara keseluruhan akan ikut terkena getahnya.
Hingga berita ini diturunkan, media belum berhasil memperoleh konfirmasi resmi dari Danki Senapan C Yonif 641/Raider terkait dasar izin penggunaan lahan kesatrian sebagai arena hiburan pasar malam.
#Bengkayang #PasarMalam #KompiSenapanC #AsetNegara #TugasPokokTNI #CitraTNI #CompasNews
Editor : Kusnadi