Rabu, 24 Jun 2026 03:05 WIB

ODGJ Mengamuk di Masjid Sampang: Pecahkan Kaca dan Teriak "Kiamat" Gunakan Toa

Foto: Warga Evakuasi ODGJ di Masjid Al - Istianah Sampang
Foto: Warga Evakuasi ODGJ di Masjid Al - Istianah Sampang

Berita-compasnews.com || Sampang - Suasana hening di Jalan Rajawali 1, Kelurahan Karang Dalam, Sampang, Madura, mendadak terpecah oleh kegaduhan. Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Masjid Al-Istianah, di mana seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) dilaporkan masuk dan melakukan perusakan serta membuat kegaduhan. Warga setempat segera bertindak mengamankan pria tersebut setelah ia menggunakan pengeras suara masjid untuk berteriak-teriak histeris, menandai dimulainya penanganan oleh pihak berwajib. Selasa (9/12/2025) dini hari.

​Kejadian ini berpusat di lingkungan masjid, tepatnya di Masjid Al-Istianah, Sampang. Menurut keterangan saksi mata, H. Syaiful, sekitar pukul 01.00 WIB, ia mendengar suara teriakan keras yang berulang kali mengucapkan "Allahu Akbar," "Alhamdulillah Huakbar," dan seruan "Kiamat! Kiamat! Kiamat!" yang diperkuat oleh Toa masjid. Teriakan tersebut kontan membangunkan dan menarik perhatian warga sekitar. "Selain membuat kegaduhan menggunakan pengeras suara, pelaku juga dilaporkan telah memecahkan kaca masjid sebelum diamankan." jelasnya 

​Pelaku yang teridentifikasi berinisial SR (atau Isamsuri), seorang laki-laki berusia 49 tahun (kelahiran 10-10-1976) yang beralamat di Jl. Imam Ghozali, Sampang. Ia diketahui memiliki riwayat medis sebagai ODGJ. Hal ini dikuatkan oleh surat resmi dari Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya (tertanggal 12 September 2024), yang membenarkan bahwa SR pernah menjalani rawat inap jiwa. Informasi dari keluarga juga menyebutkan bahwa pelaku telah keluar dari RSJ Menur sejak empat bulan sebelum kejadian.

​Tindakan anarkis ini diduga kuat dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang sedang kambuh, mengingat riwayat medisnya sebagai pasien rawat inap jiwa. Tindakan menggunakan Toa masjid untuk menyebarkan kepanikan dengan teriakan kiamat dan pengerusakan ini menjadi alasan utama mengapa warga mengambil tindakan cepat untuk mengamankan pelaku demi ketertiban umum dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada fasilitas ibadah tersebut.

​Warga, segera mendatangi lokasi suara dan berhasil mengamankan pelaku secara swadaya. Setelah berhasil ditangkap dan dibawa keluar dari masjid, piket Sat Reskrim Polres Sampang segera menerima laporan via WhatsApp dan bergerak cepat ke TKP. Bagaimana proses penanganan selanjutnya dilakukan secara humanis oleh aparat.

Kasi Humas Polres Sampang Plh AKP Eko puji Waluyo mengungkapkan, ​Setibanya di lokasi, petugas Sat Reskrim membawa pelaku ke Polres Sampang untuk proses pengamanan awal. Langkah-langkah yang diambil aparat kemudian meliputi menghubungi pihak keluarga pelaku dan perangkat desa setempat untuk koordinasi. Setelah dipastikan kondisi kejiwaannya, pelaku kemudian diserahkan kembali kepada keluarga.

​"Sebagai tindak lanjut akhir, aparat dan keluarga sepakat untuk memastikan pelaku mendapatkan penanganan yang tepat. Pelaku ODGJ tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr. Moh. Zyn Sampang guna mendapatkan perawatan kejiwaan intensif dan lanjutan agar kejadian serupa tidak terulang kembali."pungkasnya

Editor : Taufik