Berita-compasnews.com, Sekadau, Kalbar // Pekerjaan peningkatan jalan provinsi di Kecamatan Sekadau Hulu – Nanga Taman – Nanga Mahap kembali memantik kemarahan publik. Proyek yang sudah berjalan sejak beberapa waktu terakhir ini diduga sarat penyimpangan karena tidak memiliki plank proyek resmi sebagaimana diatur dalam ketentuan keterbukaan informasi publik dan regulasi pengadaan pemerintah.
Absennya plank proyek membuat masyarakat tidak mengetahui nilai pekerjaan, sumber anggaran, masa kontrak, nama kontraktor, hingga konsultan pengawas—sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek ini merupakan “proyek siluman” yang minim transparansi dan rawan permainan.
Temuan Utama di Lapangan: Berbahaya, Tidak Sesuai Spek, dan Berpotensi Merugikan Negara
Tim investigasi Berita-compasnews.com menemukan sejumlah kejanggalan serius yang mengarah pada dugaan pelanggaran spesifikasi teknis:
1️⃣ Besi Cor Menjulur & Dipotong Tidak Sesuai Spek
Di lokasi, pekerjaan beton hanya dikerjakan pada setengah badan jalan, sementara sisi lain dibiarkan terbuka dan penuh besi cor yang menjulur, bengkok, bahkan terpotong sembarangan.
Besi tulangan yang seharusnya mengikuti lebar badan jalan ±6 meter justru dipotong pendek, memunculkan kekhawatiran bahwa struktur jalan berpotensi retak, patah, bahkan gagal total dalam waktu singkat.
Kondisi ini mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
2️⃣ Rambu Malam Tidak Dipasang – Warga Khawatir Kecelakaan Maut
Di lapangan tidak ditemukan lampu peringatan malam, rambu pengalih arus, atau barrier keselamatan, padahal lokasi berada di jalur tikungan dan rawan longsor.
Hal ini jelas melanggar SOP K3 konstruksi, termasuk Permen PUPR Nomor 10/2021 tentang K3 Konstruksi.
3️⃣ Beton & Campuran Material Diduga Tidak Sesuai SNI
Warga menyoroti campuran beton yang tampak kasar, tidak padat, dan tidak homogen, serta diduga memanfaatkan yang bukan sumber standar konstruksi.
Temuan ini berpotensi melanggar ketentuan:
• SNI Beton Ready Mix
• SNI 2847:2019 Struktur Beton
• Spesifikasi Umum Binamarga (Divisi 5 & 6)
Jika benar, ini bisa mengarah pada indikasi kerugian keuangan negara.
4️⃣ Rambu Pekerjaan Tidak Relevan—Tidak Ada Pekerjaan Jembatan
Satu-satunya papan rambu di lokasi bertuliskan:
• “HATI-HATI, 400 M ADA PERBAIKAN JEMBATAN”
Sehingga semakin memperkuat dugaan proyek dikerjakan tanpa pengawasan memadai.
• PPK Diduga Bungkam & Tidak Transparan
Saat awak media menghubungi PPK melalui WhatsApp, pejabat tersebut tidak memberikan komentar satu pun.
Sikap bungkam ini memunculkan dugaan bahwa PPK dan kontraktor “bermain mata” untuk meraup keuntungan besar tanpa mengutamakan kualitas pekerjaan.
Padahal, sesuai Perpres 16/2018 Jo. 12/2021 tentang Pengadaan Barang/Jasa, PPK wajib:
• memberikan informasi pekerjaan secara transparan,
• memastikan kualitas sesuai kontrak,
• mengawasi pelaksanaan pekerjaan,
• serta menindak penyimpangan.
Namun fakta di lapangan menunjukkan pengawasan diduga lemah atau sengaja dibiarkan.
Warga Geram: “Ini Ancaman Jelang Natal, Jangan Sampai Ada Korban!”
Seorang warga bernama Chris menegaskan bahwa pekerjaan seperti ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan nyawa masyarakat.
“Besi menjulur begini bisa bikin orang celaka. Beton pun macam tak sepek. Masa kontrak mau habis, tapi kerja masih seperti ini. Ini tanda buruk kerja kontraktor,” tegasnya.
Menjelang Natal, arus kendaraan di jalur tersebut dipastikan meningkat, sehingga kondisi proyek yang tidak aman ini menjadi bom waktu kecelakaan.
Tuntutan Publik: Audit Total & Tindak Tegas Pihak Terlibat
• Masyarakat meminta:
• Inspektorat Provinsi
• Dinas PUPR Kalbar
• BPKP
• APH (Polisi/Kejaksaan)
untuk mengambil langkah cepat dengan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek yang diduga melanggar standar konstruksi dan prosedur pengawasan ini.
Catatan Redaksi Hingga berita ini diterbitkan,
• kontraktor,
• pengawas,
• dan PPK
belum merespons konfirmasi resmi dari awak media.
Editor : Kusnadi