Sabtu, 27 Jun 2026 00:41 WIB

“Indikasi Penyimpangan di Proyek Jalan Suti–Semarang: Ketebalan Sepot-Sepot Diduga Bermasalah”

Berita-compasnews.com, Bengkayang,Kalbar//Proyek pengaspalan Jalan Suti–Semarang yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Bina Marga kembali menjadi sorotan publik. Investigasi Berita-compasnews.com pada Selasa, 9 Desember 2025 pukul 11.56 WIB menemukan adanya dugaan kuat ketidaksesuaian spesifikasi teknis, terutama pada ketebalan lapisan pondasi yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan jalan.

Proyek Rp 9,2 Miliar dengan Spek Teknis yang Dipertanyakan

Pekerjaan ini merupakan paket Peningkatan Jalan Bengkayang – Batas Kabupaten Landak/Bengkayang dengan detail: Nomor Kontrak: 620/06/SP/BKY-LDK/PUPR-B/2025

• Tanggal Kontrak: 25 September 2025

• Nilai Kontrak: Rp 9.261.454.000

• Durasi Pelaksanaan: 90 hari kalender

• Masa Pemeliharaan: 180 hari kalender

• Sumber Dana: APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025

• Penyedia Jasa: CV Indokontruksi Perkasa

Konsultan Supervisi: PT Citra Diamanta Khatulistiwa KSO PT Mitra Cipta Engineering

Namun dari hasil pengecekan di beberapa titik, ditemukan dugaan ketebalan LPA (Lapisan Pondasi Atas) dan LPB (Lapisan Pondasi Bawah) yang tidak merata, bahkan terlihat sepot-sepot, sehingga dinilai tidak sesuai dengan dokumen teknis yang semestinya menjadi acuan.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran bahwa mutu dan umur jalan—yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan—akan terancam.

Plang Pagu Anggaran Rusak Dua Kali, Publik Bertanya-Tanya

Plang pagu anggaran yang seharusnya menjadi sumber informasi publik tampak sobek, rusak, dan sulit dibaca.

Arta, salah satu petugas bagian pengukuran, mengakui bahwa plang tersebut sudah dua kali diganti.

 “Plang pagu anggaran sudah dua kali kami pasang, tapi selalu saja dirusak,” ungkapnya.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat:

Apakah kerusakan tersebut akibat kelalaian, faktor alam, atau ada pihak tertentu yang sengaja menghilangkan akses informasi?

Dugaan Penggunaan Material dari Pakeng

Selain ketidaksesuaian ketebalan pondasi, tim lapangan juga menemukan dugaan penggunaan material dari Pakeng, yang menurut sejumlah sumber tidak sesuai standar campuran untuk LPA dan LPB.

Jika benar, hal ini dapat mempengaruhi kualitas jalan secara signifikan dan membuka potensi penyimpangan dalam pengadaan material.

Desakan Audit Menyeluruh

Rangkaian temuan teknis hingga kerusakan plang anggaran membuat warga dan pemerhati pembangunan angkat bicara.

Mereka mendesak: Audit penuh oleh Inspektorat Provinsi

Pengawasan ulang dari PUPR Pemeriksaan oleh aparat penegak hukum bila ditemukan unsur penyimpangan

Masyarakat menilai temuan dugaan ketidaksesuaian spek dan penggunaan material yang tidak tepat harus ditelusuri lebih jauh agar uang negara tidak sia-sia dan pembangunan tidak merugikan publik.

Kontraktor Belum Memberikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, CV Indokontruksi Perkasa selaku pelaksana pekerjaan belum dapat dihubungi untuk memberikan penjelasan terkait temuan lapangan tersebut.

Editor : Kusnadi