Jumat, 26 Jun 2026 09:17 WIB

BPBD Sampang Tetapkan Status Siaga 2 Akibat Banjir Luapan, Jalur Raya Panggung Lumpuh

Foto: Jalur Raya Panggung Lumpuh
Foto: Jalur Raya Panggung Lumpuh

Berita-compasnews.com || Sampang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang melaporkan situasi terkini terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Minggu (04/01/2026). Hingga pukul 16.08 WIB, air dilaporkan masih menggenangi pemukiman warga dan jalan raya dengan ketinggian bervariasi. Berdasarkan pantauan alat Early Warning System (EWS), status kebencanaan di Kabupaten Sampang saat ini ditetapkan pada level Siaga 2.
​Bencana banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang sejak siang hari. Curah hujan yang ekstrem di wilayah hulu tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke dataran yang lebih rendah. Akibatnya, sejumlah desa di kawasan hilir mulai terendam air luapan yang membawa material lumpur. Minggu (4/01/2025)

​Dampak banjir kali ini tersebar di beberapa titik strategis, di antaranya Desa Banyumas, Kamuning, Tanggumong, dan Pasean dengan ketinggian air rata-rata mencapai 30 cm. Wilayah terdampak paling parah dilaporkan berada di Desa Panggung dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Meskipun demikian, kondisi di Desa Pangilen sudah menunjukkan tren positif dengan air yang mulai berangsur surut.
​Tidak hanya merendam pemukiman, banjir juga melumpuhkan urat nadi transportasi di pusat kota. Jalan Raya Panggung saat ini tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan air setinggi 50 cm.

Selain itu, beberapa jalan protokol lainnya seperti Jalan Pemuda Satria, Jalan Pemuda Bahari, dan Jalan Suhadak turut tergenang dengan ketinggian berkisar antara 20 hingga 30 cm.

Menanggapi situasi tersebut, Kalaksa BPBD melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhammad Hozin, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi lintas sektor. Tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan pemantauan kondisi air secara berkala dan memastikan keselamatan warga di titik-titik rawan.
​Sebagai upaya penanganan dampak sosial, BPBD Kabupaten Sampang juga mulai mendistribusikan bantuan logistik kepada Desa Tangguh Bencana (Destana). Bantuan tersebut disalurkan untuk kemudian diteruskan kepada warga yang terdampak langsung guna memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa darurat berlangsung.

"​Meskipun genangan air cukup luas, Muhammad Hozin mengonfirmasi bahwa hingga sore hari ini kondisi pengungsi masih nihil. Warga terpantau masih memilih bertahan di rumah masing-masing sembari mengamankan barang berharga. Hal ini didukung oleh data teknis yang menunjukkan bahwa ketinggian air di hulu masih berada pada level normal, yakni 2,18 meter, meski di hilir air masih cukup tinggi.
​Pemerintah Kabupaten Sampang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca saat ini terpantau masih berawan dan berpotensi kembali hujan."jelasnya 

BPBD berkomitmen untuk terus memperbarui data lapangan dan melaporkan kondisi terkini kepada pimpinan serta masyarakat luas guna meminimalisir risiko kerugian lebih lanjut akibat bencana ini."pungkasnya 

Editor : Taufik