Jumat, 26 Jun 2026 12:52 WIB

Potret Pilu Nenek Jumaiyah: Hidup Sebatang Kara di Masa Senja dalam Keterbatasan

Foto : Lansia Nenek Jumaiyah Saat Menyusuri Jalan di Sebelah Pasar Rongtengah
Foto : Lansia Nenek Jumaiyah Saat Menyusuri Jalan di Sebelah Pasar Rongtengah

Berita-compasnews.com || Sampang – Kisah memilukan datang dari seorang lansia bernama Nenek Jumaiyah, warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Di usia senjanya yang diperkirakan sudah melampaui 70 tahun lebih, ia harus menjalani pahitnya hidup dengan kondisi fisik yang memprihatinkan. Setiap hari, sosok renta ini bertahan hidup hanya dengan mengandalkan belas kasihan dan uluran tangan dari Sanak saudara dan orang-orang di sekitarnya. Sabtu (17/01/2026) 

​Kondisi fisik Nenek Jumaiyah kini tidak lagi mampu tegak; ia berjalan dengan punggung membungkuk akibat faktor usia dan kesehatan yang menurun. Dengan langkah kaki yang tertatih, setiap pagi ia menelusuri jalanan di sebelah selatan Pasar Rongtengah demi mendapatkan Sarapan pagi dari Sanak Saudara, Kondisi ini membuat siapa pun yang melihatnya merasa iba, mengingat di usia tersebut seharusnya ia mendapatkan perawatan yang layak di dalam rumah.

​Kepada awak media, Nenek Jumaiyah mengaku tidak ingat persis berapa usia pastinya. Ia hanya mampu memperkirakan bahwa umurnya sudah di atas 70 tahun. Ingatannya tentang masa lalu mulai memudar, namun ia tetap mengenali lingkungan sekitarnya yang selama ini menjadi sandaran hidupnya. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap berusaha mandiri sebisa mungkin sebelum akhirnya dibantu oleh kerabat dan warga.

​Rutinitas pagi Nenek Jumaiyah biasanya berakhir di depan Pasar Rongtengah. Beruntung, masih banyak warga dan Sanak Saudara penjual nasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadapnya. Salah satu penjual nasi di sana secara rutin memberikan jatah sarapan setiap pagi agar sang nenek bisa Sarapan pagi, Bantuan-bantuan kecil dari tetangga dan kerabat inilah yang menjadi penyambung nyawa bagi Jumaiyah di tengah kesendiriannya.

​Mengenang masa mudanya, Nenek Jumaiyah bercerita bahwa fisiknya dahulu tidaklah demikian."Mudanya masih bisa berjalan dengan tegak dan beraktivitas normal seperti warga lainnya. Namun, semua berubah saat memasuki usia 50 tahun ke atas. Secara perlahan, tulang punggungku mulai membungkuk tanpa  ketahui penyebab pastinya, hingga akhirnya mencapai kondisi seperti saat ini yang menyulitkannya untuk beraktivitas berat."ujar Nenek.

​Untuk urusan tempat tinggal, Nenek Jumaiyah saat ini menempati sebuah rumah sederhana di kawasan Pemuda Baru. Keberadaannya di rumah tersebut tak lepas dari bantuan sanak famili yang merasa prihatin dengan kondisinya yang tidak lagi memiliki siapa-siapa untuk mengurus keperluan sehari-hari.

Meski ada keluarga, keterbatasan ekonomi membuat mereka pun hanya bisa membantu seadanya, terutama terkait penyediaan tempat bernaung.

​Fenomena ini menjadi potret nyata masih adanya lansia di wilayah perkotaan Sampang yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah maupun para dermawan.

Kehadiran Nenek Jumaiyah  setiap hari menjadi pengingat bahwa jaring pengaman sosial harus lebih diperkuat, terutama bagi mereka yang hidup tanpa keluarga inti dan menderita cacat fisik akibat penuaan.

​Melalui narasi ini, diharapkan adanya perhatian khusus dari Dinas Sosial setempat maupun para donatur untuk dapat memberikan bantuan sosial atau layanan kesehatan bagi Nenek Jumaiyah. Dukungan berupa pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga bantuan logistik sangat diharapkan agar ia dapat menjalani sisa hidupnya dengan lebih layak dan bermartabat.

Editor : Taufik