Berita-compasnews.com,Bengkayang,Kalbar//Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Dharma Bhakti Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, mencatatkan sejarah dengan sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-1 Tahun Buku 2025. Bertempat di Balai Rakyat Dharma Bhakti pada Kamis (29/01/2026), agenda ini menjadi bukti nyata komitmen koperasi dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas usaha.
Kepatuhan Konstitusi dan Penguatan Ekonomi Desa
Sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, RAT merupakan kewajiban mutlak sebagai forum kekuasaan tertinggi untuk mengevaluasi kinerja pengurus dan pengawas. Meski baru aktif melakukan penguatan modal pada November 2025, KDMP Dharma Bhakti telah menunjukkan progresivitas yang signifikan.
"RAT ini vital sebagai perwujudan demokrasi, evaluasi kinerja, dan transparansi laporan keuangan demi memperkuat ekonomi desa," ujar Heru Kamaruzzaman, Pengurus KDMP Dharma Bhakti, saat memaparkan laporan pertanggungjawaban di hadapan 58 peserta yang hadir.
Capaian Unit Usaha dan Profitabilitas
Dalam waktu singkat, unit usaha yang dikelola—meliputi Jasa Perkebunan Sawit, Percetakan, Jasa Angkutan TBS, hingga Penjualan Token Listrik—berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) kotor sebesar Rp4.429.350 hanya dalam kurun waktu satu bulan operasional efektif.
Total modal mandiri yang dihimpun dari Simpanan Pokok, Wajib, dan Sukarela anggota mencapai Rp12.199.850, dengan total peredaran usaha menyentuh angka Rp42.215.000.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Sekretaris Dinas Koperasi, UMKM, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Bengkayang, Gustian Andiwinata, memberikan apresiasi tinggi atas keberanian KDMP Dharma Bhakti memulai usaha berbasis potensi lokal.
"Ini adalah langkah maju. KDMP Dharma Bhakti menjadi yang pertama melaksanakan RAT di Bengkayang. Kami mendorong agar peluang di sektor lain seperti komoditas ekspor buah Tengkawang juga bisa dijajaki ke depan," ungkap Gustian.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Dharma Bhakti, Jelly Naswadi, memuji kemandirian koperasi yang mampu melaksanakan RAT murni dari hasil usaha tanpa bergantung pada dana desa.
Proteksi Sosial dan Kemitraan Strategis
Hal menarik dari RAT kali ini adalah alokasi SHU yang diarahkan pada perlindungan sosial. Seluruh anggota yang terlibat langsung dalam unit usaha telah tercover dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Pihak Bank Mandiri selaku mitra perbankan (Himbara) juga mencatat KDMP Dharma Bhakti sebagai salah satu koperasi tercepat dalam pemenuhan administrasi perbankan di wilayah Bengkayang.
Dukungan Infrastruktur
Meski saat ini beroperasi dengan sarana prasarana mandiri, dukungan terhadap pengembangan fisik terus mengalir. Danramil Bengkayang, Kapten Baharudin, menyatakan kesiapan TNI untuk membantu memfasilitasi rencana pembangunan gerai representatif di masa mendatang.
Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan bagi anggota berprestasi dan penyerahan Alat Pengaman Diri (APD) sebagai simbol komitmen keselamatan kerja. Keberhasilan RAT perdana ini diharapkan menjadi role model bagi 124 KDMP lainnya di Kabupaten Bengkayang dalam membangun tata kelola koperasi yang sehat, mandiri, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota.
Editor : Kusnadi