Jumat, 26 Jun 2026 07:51 WIB

Khidmat dan Syukur, Ribuan Jamaah Hadiri Haul Masyayikh ke-17 Ponpes Mansyaul Ulum Congkop

Caption Foto: Ribuan Jamaah Hadiri Haul Masyayikh ke-17 Ponpes Mansyaul Ulum Congkop
Caption Foto: Ribuan Jamaah Hadiri Haul Masyayikh ke-17 Ponpes Mansyaul Ulum Congkop

Berita-compasnews.com || Sampang – Keluarga besar Pondok Pesantren (PP) Mansyaul Ulum Congkop, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, kembali menggelar peringatan Haul Masyayikh yang ke-17 pada Sabtu (07/03/2026).

Acara religi tahunan ini menjadi magnet bagi ribuan santri, alumni, serta tokoh masyarakat yang datang dari berbagai penjuru untuk memberikan penghormatan terakhir kepada para pendiri dan pengasuh terdahulu.

​Kegiatan yang dimulai tepat pukul 14.30 WIB ini dipusatkan di kompleks utama pondok pesantren. Suasana khidmat menyelimuti seluruh area saat lantunan ayat suci Al-Qur'an dan selawat mulai berkumandang. Kehadiran para habaib, alim ulama, dan jajaran tokoh masyarakat setempat menambah kekhusyukan acara yang telah dipersiapkan dengan matang oleh panitia sejak akhir Februari lalu.

​Pimpinan Pondok Pesantren, Yan As Stauri, dalam sambutannya menekankan bahwa Haul ke-17 ini bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan. Menurutnya, momentum ini adalah bentuk bakti dan rasa syukur santri terhadap jasa para guru (masyayikh) yang telah mendedikasikan hidupnya untuk syiar Islam di wilayah Sampang. "Kami berkumpul untuk mendoakan sekaligus menyambung sanad spiritual dengan para pendahulu," ujarnya.

​Secara historis, Pondok Pesantren Mansyaul Ulum memiliki akar perjuangan yang kuat di Madura. Dirintis sejak tahun 1960 oleh almarhum KH. Husni Kholil, lembaga ini bertransformasi dari sebuah pengajaran di langgar kecil menjadi pondok pesantren besar pada tahun 1975. Sejarah panjang ini menjadi pondasi bagi para santri dalam meneladani keteguhan akhlak dan semangat juang sang pendiri.

​Inti dari rangkaian acara ini adalah pembacaan tahlil bersama dan doa khusus untuk almarhum KH. Husni Kholil serta keluarga besar pesantren. Panitia mencatat kehadiran jamaah yang membludak, terutama dari unsur alumni yang tergabung dalam organisasi Ikatan Alumni Al Muallam (IKMAL). Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa ikatan batin antara guru dan murid tetap terjaga meski sang pendidik telah tiada.

​Selain aspek spiritual, Haul ke-17 ini juga menjadi ajang refleksi atas perkembangan pendidikan di Mansyaul Ulum. Sejak tahun 2021, pesantren ini tidak hanya fokus pada kajian kitab kuning, tetapi juga telah menaungi pendidikan formal (A’mmiyah) lengkap. Mulai dari tingkat PAUD, MI, MTs/SMP, MA, hingga SMK, semuanya terintegrasi dalam satu visi mencerdaskan umat.

​Ketua Yayasan, KH. Mohammad Munir, menambahkan bahwa perkembangan pesat pesantren saat ini merupakan buah dari keikhlasan para masyayikh terdahulu. Ia berharap generasi saat ini dapat terus melanjutkan tongkat estafet perjuangan pendidikan tersebut. "Dukungan dari alumni dan wali santri adalah energi bagi kami untuk terus mencetak generasi yang unggul secara akhlak dan intelektual," pungkasnya.

​Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa penutup yang menggetarkan hati para hadirin menjelang waktu petang. Dengan terlaksananya Haul ke-17 ini, diharapkan tali silaturahmi antarumat tetap erat dan semangat menuntut ilmu di lingkungan PP. Mansyaul Ulum Congkop semakin berkobar demi kemajuan agama dan bangsa.

Editor : Taufik