Minggu, 28 Jun 2026 04:14 WIB

Tampil Memukau, Putra Kamboja Pimpinan Eko Medy Curi Perhatian di Parade Combo Sampang 2026"

Caption Foto: Kemeriahan Parade Combodug 2026: Simbol Kebangkitan Budaya dan Pariwisata Sampang
Caption Foto: Kemeriahan Parade Combodug 2026: Simbol Kebangkitan Budaya dan Pariwisata Sampang

Berita-compasnews.com || Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menghidupkan semangat tradisi lokal dengan menggelar ajang bergengsi Parade Combodug 2026. Acara yang berlangsung meriah pada Jumat malam, 27 Maret 2026 ini, berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata yang memadati sepanjang rute protokol Kota Sampang. Kegiatan ini menjadi magnet tahunan yang mempertegas identitas Madura di tengah arus modernisasi.

​Mengusung tema besar "Atellasene Sampang 2026", parade ini merupakan bagian tak terpisahkan dari rangkaian perayaan Dumalem Sampang Jilid 5. Agenda rutin ini sengaja digelar di penghujung bulan suci Ramadan bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan budaya musik perkusi tradisional yang menjadi warisan leluhur.

​Kehadiran jajaran pimpinan daerah di panggung utama menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kreativitas masyarakat. Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuli Setiyadi, secara resmi melepas peserta pertama dengan pengibaran bendera start. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ajang ini adalah panggung bagi para seniman lokal untuk membuktikan bahwa seni tradisional mampu bersaing di kancah yang lebih luas.

​Kemeriahan tahun ini difokuskan pada kategori Daul Combo, di mana para peserta unjuk kebolehan memainkan aransemen musik yang dinamis. Kelompok Putra Kamboja, yang tampil sebagai guest star di bawah pimpinan Eko Medy Darmawan, menjadi sorotan utama. Dengan dentuman perkusi yang harmonis dan koreografi yang energik, mereka berhasil memukau penonton sejak awal pemberangkatan.

​Eko Medy Darmawan menjelaskan bahwa penampilan timnya kali ini merupakan hasil latihan intensif selama berbulan-bulan. Ia membeberkan bahwa aransemen yang dibawakan berusaha mengawinkan ritme tradisional Daul yang khas dengan sentuhan kontemporer. Menurutnya, inovasi dalam musik perkusi sangat penting agar tradisi ini tetap relevan dan menarik bagi minat generasi muda atau milenial.

​Lebih lanjut, Eko mengungkapkan bahwa persiapan teknis tidak hanya fokus pada suara, tetapi juga pada estetika dekorasi kendaraan parade. "Kami ingin memberikan suguhan visual dan auditori yang seimbang. Setiap ketukan drum dan simbal adalah representasi kegembiraan masyarakat Sampang dalam menyambut hari kemenangan yang suci," ujar Eko di sela-sela kepadatan acara.

​Besar harapan Eko Medy agar Parade Combodug ini dapat terus konsisten dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang jauh lebih besar. Ia bermimpi tradisi Atellasene dapat diakui secara nasional bahkan internasional sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Baginya, dukungan pemerintah adalah kunci agar para perajin seni perkusi di Sampang terus memiliki wadah untuk berkarya dan berinovasi.

​Pemerintah Kabupaten Sampang sendiri berharap melalui event ini, sektor pariwisata daerah dapat terdongkrak secara signifikan. Dengan menjadikan tradisi "Atellasene" sebagai identitas budaya yang membanggakan, Sampang optimis dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan di masa depan, sekaligus memastikan nilai-nilai kearifan lokal tetap terjaga hingga generasi mendatang.

Editor : Taufik