Berita-compasnews.com, Pandeglang - Dugaan kelalaian serius dalam pelayanan kesehatan kembali mencuat di wilayah Kabupaten Pandeglang. Seorang pasien bernama Siti Sopiah dilaporkan mengalami kondisi kritis usai diduga menerima obat yang tidak sesuai dari seorang oknum bidan berinisial N.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Kadumalati, Desa Kadumalati, Kecamatan Sindangresmi. Berdasarkan keterangan orang tua korban berinisial LG, kondisi anaknya berubah drastis tak lama setelah mengonsumsi obat yang diberikan.
“Baru saja minum obat dari bidan, wajah anak saya langsung membiru. Kami panik dan langsung membawa ke rumah sakit,” ungkap LG dengan nada kecewa.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Berkah Pandeglang dan harus menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 10 hari. Kondisi yang sempat kritis itu memicu dugaan kuat adanya kesalahan fatal dalam pemberian obat.
Ironisnya, hingga saat ini pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan medis maupun bentuk tanggung jawab yang jelas dari oknum bidan tersebut.
“Memang sempat datang menjenguk, tapi tidak ada penjelasan. Kami ini butuh kejelasan, bukan sekadar datang lalu diam,” tegas LG.
Upaya konfirmasi dari awak media kepada bidan N juga tidak membuahkan hasil. Setelah sempat merespons dan menanyakan identitas pasien, yang bersangkutan justru memilih bungkam ketika nama korban disebutkan. Sikap ini semakin memperkuat kecurigaan publik terhadap dugaan kelalaian yang terjadi.
Kasus ini memantik perhatian serius karena menyangkut keselamatan pasien yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam layanan kesehatan. Dugaan kesalahan pemberian obat hingga menyebabkan pasien kritis dan wajah membiru bukanlah persoalan sepele, melainkan potensi pelanggaran etik dan hukum.
Keluarga korban kini mendesak adanya tanggung jawab tegas dari oknum bidan serta meminta instansi terkait turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Mereka berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan ada sanksi jelas bagi tenaga kesehatan yang lalai.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Ini harus diusut tuntas,” pungkas LG.
(Idis)
Editor : Badwi