Jumat, 26 Jun 2026 18:30 WIB

Dilema Atlet Anggar Sampang: Raih Medali Porprov Jatim IX Namun Terganjal Apresiasi

Caption Foto: IKASI Sampang berhasil membawa pulang medali perunggu katagori Degen Beregu Putri dalam kejuaraan PORPROV Jatim IX
Caption Foto: IKASI Sampang berhasil membawa pulang medali perunggu katagori Degen Beregu Putri dalam kejuaraan PORPROV Jatim IX

Berita-compasnews.com || Sampang - ​Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sampang bersama Pemerintah Kabupaten setempat resmi menyerahkan bonus bagi atlet berprestasi Porprov Jatim 2025 di Kantor KONI, Jalan Wijaya Kusuma, Rabu (29/04/2026), namun momen bahagia ini menyisakan luka bagi atlet cabang olahraga (cabor) Anggar yang harus pulang tanpa penghargaan meski berhasil menyabet medali perunggu. 

Tragedi ini bermula dari konflik internal antara KONI Jawa Timur dengan pengurus cabor Anggar yang berujung pada pencoretan sepihak daftar pertandingan, sehingga prestasi para atlet dianggap ilegal secara administratif dan tidak mendapatkan sertifikat maupun uang pembinaan.

​Salah satu atlet anggar Kabupaten Sampang, Wardatul Toyyibah yang akrab disapa Arda, menjelaskan bahwa situasi di lapangan saat pertandingan sangat kacau akibat perselisihan antara tuan rumah dengan panitia penyelenggara. Menurut pengamatannya, kisruh tersebut berdampak langsung pada nasib para atlet di daerah karena hasil keringat mereka di arena pertandingan tidak diakui secara resmi oleh induk organisasi olahraga tertinggi di Jawa Timur tersebut.

​"Saat pertandingan Porprov kemarin, cabor Anggar memang bermasalah gara-gara tuan rumah dan panitia, sehingga hasil juaranya dianggap ilegal oleh KONI Jawa Timur," katanya.

​Arda kemudian menambahkan bahwa di beberapa kota atau kabupaten lain, para atlet anggar sebenarnya mengalami nasib serupa terkait ketiadaan bonus uang karena status pertandingan yang tidak diakui. 

Namun, ia menyayangkan karena di daerah lain para atlet masih mendapatkan bentuk apresiasi lain sebagai pengganti reward, tidak seperti yang dialami tim Anggar Sampang yang benar-benar dibiarkan tanpa penghargaan apa pun.

Nama Atlet 
1. Wardatut Toyyibah 
2. Raihanul Jannah 
3. Syekh Abil Fajria Awisuma 

Pelatih :
1. Arini Mazidah Choiriyah
2. M. Ghazal Fikri Al-Aslam HP

IKASI Sampang berhasil membawa pulang medali perunggu katagori Degen Beregu Putri dalam kejuaraan PORPROV Jatim IX

Kekecewaan senada diungkapkan oleh Kholik, orang tua salah satu atlet, yang menilai bahwa minimnya kepedulian dari otoritas olahraga setempat terhadap nasib atlet yang berkonflik secara administratif dapat mematikan minat generasi muda. Ia menekankan bahwa mencetak seorang atlet anggar membutuhkan proses yang panjang dan sulit, sehingga seharusnya pemerintah tetap hadir memberikan dukungan moral di tengah kemelut tersebut.

​"Kalau pembinaan cabor Anggar Kabupaten Sampang terus dibiarkan seperti ini, bisa jadi sulit mencari bibit atlet, makanya saat ada masalah seperti ini ayo kita memberi support dan apresiasi," ungkapnya.

​Kondisi di Sampang ini terasa sangat kontras dengan langkah yang diambil Pemerintah Kota Malang melalui Kepala Disporapar, Baihaqi, yang tetap memberikan piagam penghargaan kepada atlet anggar mereka meski medali tidak diakui KONI Jatim. Langkah tersebut diambil Pemkot Malang sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap perjuangan fisik dan mental para atlet di lapangan yang tetap membawa nama baik daerah masing-masing.

​Hingga berita ini dipublikasikan dan acara penyerahan bonus di Jalan Wijaya Kusuma berakhir, 
Ketua KONI Kabupaten Sampang, Abd Wasik, belum memberikan keterangan lengkap terkait alasan tidak adanya kebijakan apresiasi bagi cabor Anggar. 

Para atlet dan orang tua kini hanya bisa berharap adanya kebijakan diskresi dari pemerintah daerah agar perjuangan mereka di Porprov Jatim IX tidak berakhir sia-sia tanpa pengakuan sedikit pun.

Editor : Taufik