Kamis, 25 Jun 2026 10:29 WIB

Bupati Bengkayang Hadiri Perayaan Imlek Bersama 2575 (MABT) Majelisa Adat Budaya Tionghoa Kabupaten Bengkayang

Beritakompas.com, Bengkayang, Kalbar - Beritakompas.com Merajut Kebersamaan Meningkatkan Toleransi.Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Bengkayang Rayakan Imlek Bersama.

Perayaan imlek 2575 bersama Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) kecamatan bengkayang tahun 2024 di laksanakan bertempat di hotel Lala Golden Bengkayang.Rabu,21/02/24

Hadir dalam Kegiatan tersebut Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis SE M MKapolres Bengkayang Di wakili oleh Wakapolres,Danlanud Had ,Dandim 12/09 Kajari Bengkayang,Forkopimda Kabupaten Bengkayang,Tokoh Agama,Ketua,MABJ,POM,MABM,DAD ,Tokoh pemuda serta Tokoh masyarakat kabupaten Bengkayang.

Dalam sambutannya ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa(MABT) Kabupaten Bengkayang Phung Tjin Khiong menyampaikan bahwasanya imlek merupakan kesempatan kita untuk merenungkan arti pentingnya persaudaraan serta melalui perayaan Imlek bersama, ini kita merasakan semangat yang mengalir diantara kita semua yang berbeda dari berbagai latar belakang,Agama Budaya maupun Etnis serta keragaman yang menjadi kekayaan.

"Hari ini dengan suka citanya kita berkumpul bersama dengan semangat yang penuh kegembiraan untuk merayakan imlek yang indah layak dirayakan menjadi warisan budaya kita melestarikan nilai-nilai yang akan diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya" imbuhnya

Phung Tjin Khiong melanjutkan perayaan Imlek memberi kita kesempatan untuk melupakan tahun yang telah berlalu dan menatap masa depan dengan penuh harapan,Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk meraih keberhasilan tidak hanya untuk diri kita sendiri akan tetapi untuk kemajuan pembangunan di kabupaten Bengkayang,Dalam Kesempatan ini kami juga melaporkan bahwa Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) kabupaten Bengkayang beberapa waktu yang lalu,Dalam Rangka menyambut tahun baru imlek,Telah melaksanakan Bhakti sosial berupa pembagian beras kepada saudara-saudara kita bertujuan agar sama-sama merasakan suka cita dan kasih dari momen perayaan imlek.Mari kita menyambut tahun baru dengan semangat penuh keberanian Kesetiaan penuh kasih sayang menjadi cahaya kebaikan bagi kita semua.Ujarnya

Dalam kesempatan yang sama Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis,SE,M M.Dalam sambutan mengatakan bahwa momentum ini untuk bersilaturahmi dalam suasana imlek,dalam kesempatan tersebut Bupati Bengkayang juga menyampaikan terima kasih khususnya kepada masyarakat Tionghoa yang telah memberikan hak pilih dalam Pemilu Presiden maupun Pileg dalam keadaan aman dan kondusif.

"Tentunya momentum ini sangat baik untuk kita bersilaturahmi dalam suasana imlek,Saya atas Nama Pribadi dan pemerintah serta keluarga mengucapkan Gong Xi fa Cai " Selamat hari Imlek tahun 2024.Dihari raya Imlek saya juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Tionghoa dan seluruh masyarakat di kabupaten Bengkayang yang telah memberikan hak pilihnya pada pemilu 2024 Baik Pilpres maupun Pileg Bengkayang dalam keadaan aman dan kondusif serta bapak ibu telah memberikan suara kepada calon calon yang bapa ibu pilih dan kedepan kita merindukan pemimpin yang terbaik.Ujarnya

Lebih lanjut Bupati Bengkayang juga menjelaskan bahwa pemilu tahun 2024 tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi. Biasanya habis imlek berangkat ke Kuala lumpur, Berangkat ke kucing bahkan ada yang ke Tiongkok.Namun kali ini sangat luar biasa sudah memberikan hak pilih pada tanggal 14 Pebruari 2024, Bengkayang aman dan kondusif .Tahapan pemilu Saat ini masih tahap penghitungan di tingkat PPK kecamatan ,Tentunya suasana imlek ini untuk menjalin persaudaraan, Toleransi.Di Bengkayang banyak sekali etnis,Ada Dayak,Melayu, Tionghoa ,Jawa,Bugis ada madura dan juga ada berbagai macam suku Termasuk Sunda.Ada 18 etnis di kabupaten Bengkayang dan sudah terdaftar di Kesbangpol dan sudah tercatat semua.Kita mau jadikan Bengkayang adalah kabupaten Toleransi di Kalimantan Barat melalui acara seperti ini yang di adakan setiap tahun.Dalam Hal ini saya mengajak kita semua untuk dapat selalu berdampingan dengan suku dan etnis lainya.Hal ini telah dijalankan bertahun-tahun di Bengkayang untuk tetap menjaga kerukunan.Pungkasnya.(injil)

Pewarta : Kusnadi

Editor : Badwi