Kamis, 25 Jun 2026 15:04 WIB

Berhasil Menjadi Yang Terbaik di Provinsi Banten, Desa Kupahandap Masuk 6 Besar Desa Berkinerja

Berita-compasnews.com, Jakarta - Baik dalam penurunan stunting di.Tingkat nasional. Penghargaan diberikan oleh Wapres K.H Ma’aruf Amin di Ballroom Puri Agung Hotel Sahid Jakarta. Kepala Desa Kupahandap Fauzi didampingi oleh Wakil Bupati Pandeglang H. Tanto Warsono Arban.SE. Selaku ketua TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kabupaten Pandeglang, Kepala Bappeda Dr.Sutoto, M.Pd. Selaku Wakil Ketua TPPS Pandeglang, Sekertaris BP2KBP3A Ir.Hj Henny Supiani, Sekertaris Dinkes Kabupaten Pandeglang Selaku Anggota TPPS kabupaten Pandeglang Desa Kupahandap masuk katagori 6 Besar Tingkat nasional desa berkinerja baik dalam penurunan stunting karena berhasil mengeliminasi angka stunting dari mulanya 20 balita menjadi 0 (nol) balita di bulan agustus 2024.

Penghargaan tersebut diharapkan memacu kinerja desa dalam menjaga angka stunting tidak muncul Kembali di masa yang akan datang

“Angka nol stunting bukan berarti jaminan untuk tidak muncul lagi di masa yang akan datang, karena masih ada keluarga resiko stunting yang harus mendapat perhatian lebih, dan berpotensi menjadi stunting lagi bila kita lengah dan tidak melakukan treatment yang baik.

Selamat kepada Desa Kupahandap, mudah-mudahan terus meningkatkan kinerjanya agar angka stunting tetap nol selamanya.” Demikian disampaikan Wakil Bupati pandeglang H.Tanto Warsono Arban, SE disela-sela acara penerimaan penghargaan di Ballroom hotel Sahid haya Jakarta.

Stunting atau sering disebut kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun (Balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dari janin Hingga anak berusia 23 bulan.

Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada dibawah minus dua standar deviasi tinggi badan anak seumurannya.

Standar yang dimaksud terdapat pada buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya

Stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentaknan terhadap penyakit, namun juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak, serta risiko terjadinya gangguan metabolikyang berdampak pada resiko terjadinya penyakit degeneratif (diabetes militus, hyperkolesterol, hypertensi) di usia Dewasa

(Toni Metik)

Editor : Badwi