Berita-compasnews.com, Kayong Utara - Masyarakat pulau maya terdiri Lima desa Tanjung Satai Satai Lestari Kamboja Dusun kecil dan Dusun besar. mayoritas masyarakat dengan berpenghasilan laut ( Nelayan) Jum'at (21/02/2025)
"Hasyim (41 tahun)mewakili masyarakat pulau maya, memberikan Apresiasi kepada pemerintah dan pihak perusahaan PT Dharma ini bersama (DIB)Dengan Ada nya membangun Smelter di penebang Desa Pelapis kepulauan Karimata.
Baca juga: Aiptu Rusmianto Layangkan Surat ke Polres Kayong Utara, Soroti Dugaan Upaya Penutupan Kasus Dana BOK
Namun Ada nya pembangunan perusahaan (smelter) di lokasi pulau penebang jarak dari pesisir diperkirakan hanya 9mil Ini Akan berdampak lansung dengan kami sebagai masyarakat Nelayan atau lingkungan kerna kawasan atau area (laut) sudah menjadi satu kesatuan para Nelayan pulau maya beraktivitas sehari-hari dalam mencari Nafkah (rejeki)Kedepannya akan berpengaruh kepada kami masyarakat pulau maya khusus Nelayan,Nelayan Pulau Maya hanya nelayan tradisional bukan Nelayan proposional .
Baca juga: Kasus Korupsi Dana Kesehatan Kayong Utara Melebar, Nama Oknum Wartawan dan Polisi Ikut Terseret
Kami sebagai Masyarakat Pulau maya merasa diabaikan tentang masalah lingkungan, sampai saat ini kami masyarakat belum ada penjelasan atau sosialisasi tentang AMDAL. pemerintah sudah mengatur uu pasal 22 tahun 2021 tentang AMDAL terdiri tiga bagian 1. Pendekatan studi tungal2.Pendekatan studi terpadu3.Pendekatan studi kawasanNamun tiga poin diatas belum dilaksanakan kepada Masyarakat Pulau Maya. seharusnya pulau maya (masyarakat) juga menjadi ring satu seperti desa Pelapis mengingat Dampak lingkungan berpengaruh besar kepada kami khusus Nelayan.Ujar Hasyim.
"Tambah nya, Kami Menaruh harapan besar kepada Pemerintah daerah kabupaten kayong utara, pemprov kalbar, khusus pemerintah pusat, karena isu yang beredar bahwa perusahaan DIB masuk dalam proyek strategis nasional (PSN)1 Dinas (LH) Lingkungan hidup Kayong Utara2 Dinas PUTR Kayong Utara3 Dinas kelautan Kayong Utara4 Dinas (LH) lingkungan hidup provinsi Kalimantan Barat. Agar dapat meninjau kembali tentang AMDAL oleh perusahaan PT Dharma ini bersama (DIB) mengingat Dampak kedepannya kepada Nelayan sangat besar maka dari itu kami masyarakat pulau maya meminta kepada dinas terkait masalah AMDAL secepatnya mengadakan pertemuan (Rapat) agar kami sebagai Masyarakat Pulau Maya, tidak merasa diabaikan,Tutup Hasyim
Baca juga: Kasus Penggelapan Rp50 Juta Seret Nama Oknum DPRD, Surianto Minta Polisi Bertindak Tegas
(Juminggu)
Editor : Badwi