Kepala Desa Ranon Anti Kritik dan Berlagak Seperti Preman Terhadap Warganya

berita-compasnews.com

Berita-compasnews.com, Probolinggo - Viral diduga pesan suara kepala desa Ranon kecamatan Pakuniran berseliweran di beberapa whatsapp dengan ucapan dan kata tidak pantas sedang memarahi warganya, seakan-akan anti kritik dan berlagak seperti preman terhadap warganya

Pesan suara tersebut menggunakan bahasa madura dengan kata-kata memaki, salah satunya mengatakan “eyaspal neng ade’en mata nah compok pian, napanah tak maju, acolok gnikah pesak het, congok neng setiap dusun mareh rabat kabbi gun dusun gabus tak erabat bik kuleh, polan suaranah tompes neng gnikah”.

Baca juga: Banjir Perdana Guncang Kraksaan, Presiden GAPKM Soroti Kesiapan Pemerintah Kabupaten Probolinggo

Artinya (diaspal depan matanya rumahmu, apanya yang tidak maju, mulut itu dijaga het, liat setiap dusun sudah rabat semua cuma dusun gabus yang tidak dirabat sama saya, karena suara saya tidak ada di dusun itu)

Usut punya usut, pesan suara tersebut dikirim ke salah satu warganya dikarenakan ada salah satu warga berkomentar kritikan terhadap pembangunan yang ada di desanya.

Bahkan salah satu pesan suara itu ada bahasa ancaman yang dilontarkan oleh kades Ranon terhadap warganya sendiri, juga mengatakan dengan bangganya bahwa dia sudah berhasil menangkap 2 oknum LSM, seperti ingin menunjukkan bahwa jangan pernah macam-macam dengan dirinya jika tidak ingin bernasib sama.

Dan kades tersebut juga menyinggung dalam pesan suara itu masalah kekalahan suaranya diwaktu pemilihan kepala desa yang ada di salah satu dusun, yang mengakibatkan kades tersebut enggan untuk membangun dusun tersebut.

Baca juga: Petani Menjerit, DKUPP Malah Diskusi Harga Tembakau Paiton Rontok, Negara Seolah Cuci Tangan

Menyikapi hal tersebut, SYAIYADI selaku ketua Pimpinan Anak Cabang Generasi Muda Gerakan Rakyak Indonesia Bersatu (PAC GM GRIB) Pakuniran, menyesalkan dengan munculnya pesan suara tersebut dan mengecam keras karena kata-katanya yang tidak mencerminkan seorang pemimpin.

“Kepala desa itu harus siap di kritik kalau tidak mau di kritik ya jangan jadi kades, tidak pantas seorang kades melontarkan kata-kata seperti itu, apalagi itu warganya Sendiri. Jadikan kritikan itu bahan motivasi untuk berbenah agar lebih baik, bukan malah marah-marah sampai ada kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang kades”.

SYAIYADI juga menambahkan jika sudah jadi pemimpin tidak boleh membedakan warganya, semuanya harus dirangkul sama rata dan tidak ada perlakuan yang berbeda. Baik segi pelayanan maupun pembangunan karena anggaran yang di pakai bukan anggaran dari nenek moyang oknum kades tersebut, jangan berlagak seperti preman ketika ada kritikan dari warga malah mengancamnya, anda itu kepala desa yang harus mengayomi semua warganya bukan malah membuat takut warganya, tegasnya.

Baca juga: Tingkatkan Harmoni Umat, Kemenag dan FKUB Probolinggo Konsolidasi Program

Saat di konfirmasi oleh awak Media melalui chat dan panggilan whatsapp supaya berita yang kami tanyang bisa berimbang, Sangat di sayangkan,Kepala desa Ranon tidak di Respon, terpaksa berita ini kami tayang,Bersambung....

Junet st

Editor : Badwi

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru