Ketua Umum AMI Angkat Bicara Terkait 12 Karyawan di Pecat Secara Sepihak Oleh Pabrik PT Benorfarm

berita-compasnews.com

Beritakompas.com || Sidoarjo - Terkait pemecatan terhadap dua belas orang  pekerja Pabrik PT Benorfarm Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia  (AMI) Baihaki Akbar angkat bicara di halaman Pabrik Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, pada hari Rabu (24/8/2023).

Beihaki Akbar Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) koordinator aksi dihadapan Awak Media mengatakan, sebenarnya ini bukan aksi demo, tapi kami dari keluarga besar dari dua belas karyawan yang di pecat secara sepihak oleh PT Benorfarm, dikarenakan kemarin telah terjadi hal - hal diluar ketentuan.

Baca juga: Sidang Gugatan di PN Sidoarjo Ditunda, Sejumlah Tergugat Mangkir, LSM Soroti Kepastian Hukum

"Tapi kami sebagai bentuk solidaritas sesama putra Madura dan kami tidak terima ketika dua belas karyawan PT Benorfarm di pecat sepihak tanpa ada pemberitahuan terhadap pihak kedua dan ke tiga," katanya.

Masih kata Baihaki Akbar, menurut dari PT Benorfam itu katanya saudara kami dimana yang menyerempet mobil mokong. Kami itu nggak mungkin dari teman - teman PT Benorfarm dijelaskan supaya tuntutan kami bagaimana rekan - rekan kami dua belas orang itu di perbolehkan kerja lagi.

"Tadi kami sudah ketemu sama Pimpinannya, kami harga mati untuk minta pekerja yang dua belas orang harus diperkerjakan lagi apapun alasannya. Kami nantik ketika tidak bisa menyelesaikannya PT Benorfarm dan kami akan mengambil langka - langka karena ini kan negara hukum,"tegas Ketua Umum AMI Baihaki Akbar.

Selaku perwakilan PT Benorfarm Wahyu Cahyo menyampaikan, memang kami kemarin setelah terjadi insiden didepan sewaktu Fakujin itu dua belas orang memang bekerja sebagai osorsing dengan tugas melakukan pengangkutan itu, Truknya menyerempet mobil Aki yang ada di depan, sehingga Baihaki Akbar marah - marah mengajak diskusi untuk menanyakan nasib dua belas orang yang kami pecat secara sepihak saya jelaskan ke beliau.

Baca juga: Rumah Makan SSB Spesial Soto Boyolali Diduga Belum Kantongi Izin Operasional Resmi

"Kenapa kami kemudian mengambil posisi untuk melakukan secara sepihak, karena kami mengetahui ancaman kepada sala satu orang dan beberapa dua belas orang yang muncul dari luar bahwa akan terjadi keributan. Sampai kemarin ada dua orang lebih tepatnya beberapa orang, yang berusaha memaksa masuk ke dalam PT Benorfarm dengan dalih untuk mencari sopir Truk yang melakukan penyerempetan terhadap mobil mokong,"jelasnya.

Wahyu Cahyo mengungkapkan, supaya kejadian ini tidak meluas lagi makanya kami kemudian secara sepihak memecat dua belas orang itu, kemudian pertanyaannya adalah apakah orang ini bisa di perjuangkan. Saya jawab pertanyaan Baihaki Akbar yang mewakili teman - teman, prinsipnya kami tidak akan memecat siapapun yang kami lakukan adalah situasi menjadi kondusif tidak ada lagi mengancam dan tidak ada kerusuhan di lingkungan Pabrik PT Benorfarm tersebut.

"Saya pikir teman - teman bisa memahami itu, kalau memang mau di pekerjakan lagi tolong diselesaikan supaya tidak insiden lagi didepan, siapa yang ngancam bagian dari para pendemo bahkan masuk dalam lingkungan Pabrik PT Benorfarm kami,"ungkapnya.

Baca juga: Pelayanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pada Bidang Kebudayaan Pengembangan Bahasa Sastra Sidoarjo Disambut Positif Masyarakat

Wahyu menambahkan, kejadian ini pun sudah kami laporkan kepada pihak yang berwajib. Ini semata - mata kami lakukan untuk menghindari Keos yang lebih besar, kalau pun nantik mau nuntut bagaimana dua belas orang itu. Mari kita hadirkan pihak - pihak terkait, kami mewakili perusahan sangat bertanggung jawab apa lagi di belakang kami ada ratusan yang butuh perutnya tetep terisi jangan sampek kemudian karena gara - gara satu dua orang itu, masa depan hidupnya ratusan orang di dalam tidak terjamin  dalam pikiran kami.

"Jadi mari di klarifikasi dulu ke para pendemo itu, kalau memang ada kesepakatan untuk tidak melakukan demo menutup jalan dan tidak membuat rusuh kita tandatangani bersama saya akan masukkan lagi dua belas orang untuk di pekerjakan lagi,"pungkasnya.

(Bairi)

Editor :

Kriminal
Berita Populer
Berita Terbaru