Berita-compasnews.com_Bengkayang, Kalbar//Kunjungan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, ke Kabupaten Bengkayang pada Jumat (19/9/2025) untuk membicarakan dukungan operasional Bandara Singkawang disambut baik Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis. Namun di balik optimisme itu, masyarakat justru menyoroti akses darat Bengkayang–Singkawang yang rusak parah dan belum mendapat perhatian serius.
Warga menilai, pembangunan jalan yang dikerjakan pada 2023–2024 hanya bersifat tambal sulam dan kualitasnya jauh dari harapan. “Proyek kemarin seperti asal jadi. Jangan hanya mengejar untung besar, tapi mengorbankan mutu pekerjaan. Akibatnya sekarang jalan kembali rusak parah,” keluh seorang pengguna jalan.
Masyarakat mendesak agar pihak kontraktor maupun pemenang proyek tidak hanya mencari keuntungan berlebih, tetapi benar-benar mengutamakan kualitas. Selain itu, peran pengawas dan konsultan diminta lebih ketat. “Pengawas jangan cuma absen tanda tangan. Kalau ada pekerjaan buruk, harus ditegur keras dan diperbaiki ulang,” tegas warga.
Lebih jauh, warga juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) serta tim audit dari BPK turun tangan memeriksa kualitas pekerjaan. Ketegasan lembaga pengawas dinilai penting untuk mencegah proyek asal-asalan yang merugikan masyarakat dan negara. “Kalau ada temuan, jangan ditutup-tutupi. Harus ada perbaikan ulang, bahkan jika perlu tindakan hukum. Jangan biarkan rakyat jadi korban proyek abal-abal,” ujar warga lain dengan nada kesal.
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, dalam pertemuan dengan Wali Kota Singkawang di Aula Rangkaya Lantai V Kantor Bupati, memang menyatakan dukungan penuh terhadap operasional bandara. Ia bahkan siap membuat MoU kerja sama antarwilayah.
“Kami sangat mendukung keberadaan Bandara Singkawang. Ada enam kecamatan di Bengkayang yang langsung bertetangga dengan Singkawang, dengan hampir 80 ribu penduduk yang potensial menggunakan bandara ini,” ujar Darwis.
Namun masyarakat mengingatkan, dukungan terhadap bandara harus diiringi dengan pembenahan akses jalan. Tanpa itu, manfaat bandara sulit dirasakan maksimal. “Bandara bukan hanya soal landasan pesawat, tapi juga jalan rakyat yang harus aman dan nyaman. Jangan sampai pembangunan terkesan timpang: bandara dipoles, jalan rakyat diabaikan,” tegas warga.
Masyarakat berharap pemerintah provinsi tidak hanya berlomba membanggakan proyek infrastruktur besar, tetapi juga menunaikan kewajiban mendasar: menyediakan jalan layak bagi keselamatan rakyatnya.
Pewarta: Kusnadi
Editor : Kusnadi